Beranda / Parlemen Kita / Pengadaan Laptop Tak Sesuai Spesifikasi, Dinsos Bireuen Terkesan Mengelabui Anggota DPRK

Pengadaan Laptop Tak Sesuai Spesifikasi, Dinsos Bireuen Terkesan Mengelabui Anggota DPRK

Kamis, 21 Desember 2023 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Fajri Bugak

Penerima Laptop komplain dengan mengembalikan Laptop karena yang dibeli oleh Dinsos Bireuen tidak sesuai spesifikasi. [Foto Fajri Bugak/Dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Bireuen - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen, Dapil Jeumpa dan Juli, Hasanuddin, mengungkapkan rasa kekecewaan kepada pihak Dinas Sosial (Dinsos) Bireuen, khususnya kepada Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin.

Kekecewaan ini disebabkan karena pihak Dinsos terkesan mengelabui (menipu_red) dirinya dalam hal pengadaan Laptop untuk petugas Pendamping Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Jeumpa yang tidak sesuai spesifikasi.

"Keinginan saya tulus membantu petugas PKH Jeumpa agar terbantu dalam bekerja, maka saya advokasi anggaran pengadaan Laptop Rp125 juta untuk petugas PKH. Eh, tiba-tiba saya dikecewakan lantaran spesifikasi Laptop yang dibeli oleh pihak Dinsos paling rendah dan tidak sesuai dengan permintaan saya," kata Hasanuddin kepada Dialeksis.com, Kamis (21/12/2023).

Hasanuddin juga mengungkapkan, sebelumnya ia mengusulkan spesifikasi tinggi, agar Laptop tersebut bisa dipakai untuk bekerja.

Laptop jenis Asus yang dikomplain penerima dengan mengembalikan Laptop karena tidak sesuai spesifikasi. [Foto Fajri Bugak/Dialeksis.com]

"Saya usul dibeli spesifikasi yang bagus, minimal Intel Core tm i7, Memory 8 Gb merek Acer. Namun yang dibeli oleh Dinsos Spesifikasi paling rendah, merek Asus Intel Core i3. Penerima pada komplain sama saya, katanya tidak maksimal dipakai untuk kerja," jelas anggota DPRK Bireuen ini.

Hasanuddin juga mengungkapkan dalam hal ini dirinya juga terkesan dibohongi, hal ini disebabkan pengakuan Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Aprillina, S.Sit. MKM Laptop tersebut dibeli Rp12 juta/unit. 

"Namun hasil penelusuran saya ke toko yang menjual Laptop Asus harga hanya Rp6,4 juta," ungkap Hasanuddin.

Untuk itu,Hasanuddin mengharapkan kepada pihak Dinsos Bireuen dapat bertanggung jawab dalam hal ini. Karena Laptop tersebut dibeli langsung oleh Dinsos Bireuen.

Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos Bireuen, Aprillina, S.Sit. MKM, dikonfirmasi Dialeksis.com menjelaskan seingat pihaknya Hasanuddin tak menyampaikan spesifikasi laptop kepada Dinsos Bireuen, tetapi sampai saat ini ia masih menunggu konfirmasi dari Hasanuddin. 

"Ini saya sedang di desa, nanti saya akan temui Pak Hasanuddin," demikian kata Aprillina. [FAJ]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda