Beranda / Parlemen Kita / Jelang PON, DPRK Minta Pemko Banda Aceh Benahi Jalan Rusak hingga Perparkiran

Jelang PON, DPRK Minta Pemko Banda Aceh Benahi Jalan Rusak hingga Perparkiran

Selasa, 30 April 2024 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Irwansyah memberikan catatan kepada Pemko terkait persiapan PON XXI Aceh-Sumut 2024. [Foto: Humas DPRK BNA]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, mengingatkan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh agar bersiap menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh - Sumut 2024 yang akan diselenggarakan pada 8-20 September.

Dia meminta Pemko segera melakukan langkah-langkah serius dalam mempersiapkan diri dalam menyambut tamu-tamu yang akan datang ke Kota Banda Aceh.

“Nah, jangan sampai kita menjadi tuan rumah yang memalukan, tidak bisa menyambut tamu dengan baik karena ketidaksiapan kita,” ujarnya, Senin (29/4/2024).

Apalagi, kata Irwansyah, informasi kedatangan tamu sudah jauh-jauh hari disampaikan, sehingga sebagai tuan rumah tidak punya alasan untuk tidak melakukan persiapan dengan baik.

Menurut dia, masih ada waktu persiapan sekitar beberapa bulan ke depan. Di antaranya, yang paling penting untuk segera dilakukan pendataan adalah beberapa destinasi wisata yang belum dalam kondisi baik.

Misalnya museum tsunami, di mana menurut informasi yang ia dapat dari pengunjung, ada beberapa titik yang mengalami kebocoran dan sebagainya. Kemudian, kolam di bagian lobby depan, lobby utama itu juga terlihat kotor dan harus segera dibersihkan.

“Jadi ini beberapa spot wisata yang memang akan menjadi tempat kunjungan para tamu kita nanti yang akan mengikuti PON, misalnya itu harus disiapkan dalam kondisi baik dan bagus,” ucap Irwansyah.

“Kalaupun itu dimiliki oleh pemerintah provinsi tentu kita sebagai pemerintah kota bisa menyampaikan kepada pemerintah provinsi untuk bisa bersiap-siap,” tambah Irwansyah.

Dia juga menyoroti kondisi jalan yang masih belum tertangani dengan maksimal, di mana di beberapa titik yang paling vital di pusat-pusat perkotaan, jalan-jalan protokol dalam kondisi rusak yang pada umumnya dimiliki kewenangannya oleh pemerintah provinsi.

Misalnya, jalan di Simpang 5 dan di Simpang Mesra dalam kondisi berlubang yang cukup besar dan sangat mengganggu pengguna jalan untuk segera ditangani.

Selanjutnya, jalan menuju ke stadion utama untuk segera ditangani dengan baik. Dia menekankan, jangan sampai kondisi jalan saat ajang PON dalam keadaan rusak dan berlubang serta tidak tertambal sehingga terkesan tidak baik di mata tamu.

“Nah ini memalukan, memalukan sekali. Jadi ini harus segera disikapi, masih ada waktu. Jangan dibiarkan berlarut-larut, jangan dianggap akan bisa diselesaikan dalam waktu yang mepet,” tukas Ketua MPD PKS Kota Banda Aceh itu.

Irwansyah juga menyinggung kondisi beberapa ruas trotoar dan pedestrian yang terkesan tidak bagus karena ini akan menjadi catatan dan perhatian dari pengunjung.

“Ini juga harus segera diperbaiki, Kalaupun itu milik provinsi lagi-lagi pemerintah kota harus proaktif untuk menyampaikan kepada provinsi untuk bisa menanganinya segera mungkin,” tegas Irwansyah.

Oleh sebab itu, dia meminta Pemko Banda Aceh untuk segera melakukan pengecetan misalnya soal lampu-lampu jalan yang sudah berkatar di median-median jalan utama. Jika ada yang mati untuk segera diperbaiki lampunya, diremajakan lagi.

Kemudian yang juga harus jadi perhatian adalah kondisi pedesterian yang selama ini masih banyak yang beralih fungsi. Ini harus segera ditertibkan, diperbaiki dan dikembalikan kepada fungsi yang sebenarnya.

“Karena tamu-tamu kita mungkin itu terutama yang berasal dari daerah-daerah yang ramah terhadap jalan kaki, itu mereka akan banyak berjalan kaki biasanya di kota-kota,” tuturnya.

Penataan parkir juga tak boleh luput dari perhatian. Sedapat mungkin sejak sekarang parkir-parkir yang tidak sesuai dengan aturan atau semerawut untuk segera dipetakan oleh Dinas Perhubungan.

Hal ini mengingat dengan banyaknya jumlah tamu yang berkunjung tentunya perlu disediakan lahan parkir yang memadai dan kondisinya baik.

“Nah ini juga harus dipetakan segera dan mulai melakukan penertiban secara serius, secara perlahan. Ruas-ruas jalan utama yang tidak boleh ada parkir itu kalau bisa dipastikan bebas dari parkir, terutama di beberapa tempat kuliner. Yang harus parkir miring dipastikan dengan parkir miring. Sejajar, segaris, parkir segaris,” terang dia.

Terkait sejumlah persoalan tersebut, Irwansyah meminta Pemko Banda Aceh untuk segara melakukan rapat besar dengan melibatkan seluruh stakeholder, termasuk kesiapan pengusaha perhotelan dalam menyambut tamu, mulai dari official, keluarga-keluarga atlet atau para supporter yang mungkin akan berkunjung ke Aceh untuk meramaikan perhelatan akbar tersebut.

“Saya pikir di luar agenda-agenda penting seperti perbaikan infrastruktur pelaksanaan PON, tentu juga berbagai kesiapan yang harus diperhatikan oleh pemerintah kota Banda Aceh,” pungkasnya. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda