Sabtu, 08 Agustus 2026
Beranda / Parlemen Kita / Kebakaran Gunung Bromo Capai 60 Hektare, DPR Desak Kemenhut Perkuat Pencegahan Karhutla

Kebakaran Gunung Bromo Capai 60 Hektare, DPR Desak Kemenhut Perkuat Pencegahan Karhutla

Sabtu, 08 Agustus 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Anggota Komisi IV DPR RI, Hindun Anisah. [Foto: Arief/Alma/dpr.go.id]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mendesak Kementerian Kehutanan (Kemenhut) segera memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Desakan itu disampaikan menyusul kebakaran yang melanda kawasan konservasi Gunung Bromo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kebakaran tersebut dilaporkan berdampak pada area sekitar 60 hektare.

Hindun menilai pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan upaya pemadaman ketika api sudah membesar. Menurutnya, pencegahan harus menjadi prioritas agar kebakaran tidak meluas ke kawasan hutan lainnya.

"Kementerian Kehutanan harus bergerak cepat, bukan hanya fokus memadamkan api, tetapi juga memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kebakaran serupa tidak terjadi di daerah lain," ujar Hindun yang dilansir pada Sabtu (8/8/2026).

Hindun mengungkapkan, berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla Kemenhut, luas areal yang terbakar sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah mencapai 107.465,47 hektare.

Angka tersebut, kata dia, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Ia juga mengingatkan adanya ancaman fenomena iklim seperti El Nino yang dapat memicu kekeringan ekstrem.

Kondisi tersebut, menurut Hindun, harus diantisipasi melalui sistem kesiapsiagaan nasional yang lebih proaktif. Pemerintah diminta tidak menunggu kebakaran meluas sebelum mengambil tindakan.

Karena itu, Hindun meminta Kemenhut mengoptimalkan berbagai instrumen pencegahan karhutla.

Langkah tersebut antara lain memperkuat patroli terpadu, meningkatkan pemantauan titik panas atau hotspot, menyiagakan peralatan pemadaman, serta meningkatkan edukasi mitigasi kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan.

"Jangan menunggu api membesar baru bergerak. Pencegahan harus menjadi fokus utama. Kementerian Kehutanan harus memastikan patroli terpadu diperkuat, pemantauan titik panas dilakukan secara intensif, peralatan pemadaman disiagakan, serta edukasi kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan terus ditingkatkan," tegasnya.

Dorong Koordinasi Lintas Sektor

Selain pencegahan, Hindun juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla.

Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah perlu memperkuat kolaborasi bersama TNI-Polri, pengelola taman nasional, hingga kelompok relawan di daerah.

Koordinasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat sistem deteksi dini sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

"Kolaborasi ini penting guna melindungi keanekaragaman hayati, menekan emisi karbon, serta menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman bencana asap dan kekeringan," pungkas Legislator Dapil Jawa Tengah II itu. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI