DIALEKSIS.COM | Aceh - Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, ASEAN Eng menyatakan menerima hasil Pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026-2031 dengan lapang dada. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan Senat Universitas atas terselenggaranya proses pemilihan yang dinilai berjalan tertib dan bermartabat.
Pernyataan tersebut disampaikan Agussabti menyusul ditetapkannya Prof. Dr. Mirza Tabrani sebagai Rektor USK terpilih melalui Rapat Senat yang digelar di Balai Senat USK, Banda Aceh, Senin (2/2/2026).
Dalam rekapitulasi suara, Mirza Tabrani memperoleh dukungan mayoritas dengan 13 suara. Sementara Agussabti meraih 5 suara dan kandidat lainnya, Prof. Dr. Ir. Marwan, memperoleh 1 suara.
Agussabti menilai hasil pemilihan merupakan bagian dari mekanisme kelembagaan yang harus dihormati bersama demi keberlanjutan institusi. Ia menyebut proses tersebut mencerminkan komitmen USK dalam menjaga tradisi demokrasi akademik.
“Saya menerima hasil keputusan Senat sebagai akhir dari proses pemilihan ini dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, anggota Senat, serta civitas akademika yang telah bekerja keras menyukseskan agenda penting ini,” kata Agussabti menyampaikan kepada Dialeksis.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Mirza Tabrani atas amanah yang diberikan untuk memimpin USK lima tahun ke depan. Menurut Agussabti, kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa pembaruan strategis dan memperkuat posisi USK di tingkat nasional maupun internasional.
Agussabti menegaskan kesiapannya untuk tetap berkontribusi bagi kemajuan USK, meskipun tidak terpilih sebagai rektor. Kontribusi tersebut, kata dia, akan diberikan sesuai kapasitas keilmuan dan pengabdian akademiknya.
“Saya siap memberikan dukungan dan kontribusi konstruktif demi kemajuan USK, baik melalui pengembangan keilmuan, penelitian, maupun penguatan tata kelola akademik,” ujarnya.
Ia berharap Rektor terpilih mampu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai kelemahan yang masih ada, sekaligus membangun sinergi lintas fakultas dan pemangku kepentingan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong USK menjadi perguruan tinggi yang semakin unggul, inklusif, dan berdaya saing.
Pemilihan Rektor USK 2026-2031 menjadi salah satu momentum strategis bagi arah kebijakan kampus di tengah tantangan pendidikan tinggi yang kian kompleks, mulai dari transformasi digital, persaingan global, hingga tuntutan relevansi riset dan inovasi. [ra]