Selasa, 14 Juli 2026
Beranda / Parlemen Kita / DPR Usul Dana BOS Ditinjau Ulang agar Sesuai Kebutuhan Riil Pendidikan

DPR Usul Dana BOS Ditinjau Ulang agar Sesuai Kebutuhan Riil Pendidikan

Senin, 13 Juli 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Anggota DPR RI M. Sarmuji menilai penyesuaian dana BOS penting dilakukan untuk memastikan pembiayaan pendidikan mampu mendukung peningkatan kualitas layanan sekaligus mengurangi beban yang masih ditanggung sekolah, guru, dan orang tua. [Foto: fraksigolkar.com]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Besaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dinilai perlu dievaluasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan riil penyelenggaraan pendidikan

Anggota DPR RI M. Sarmuji menilai penyesuaian dana BOS penting dilakukan untuk memastikan pembiayaan pendidikan mampu mendukung peningkatan kualitas layanan sekaligus mengurangi beban yang masih ditanggung sekolah, guru, dan orang tua.

Hal itu disampaikan Sarmuji dalam Seminar Nasional Pendidikan bertajuk Optimalisasi Harga Satuan Pendidikan sebagai Dasar Penetapan Biaya Pendidikan yang Layak dan Berkeadilan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2026).

Menurut Sarmuji, seminar tersebut digelar untuk mengkaji secara objektif besaran biaya satuan pendidikan yang dibutuhkan setiap siswa dalam satu tahun. Hasil kajian itu diharapkan menjadi bahan evaluasi terhadap kebijakan pembiayaan pendidikan, termasuk besaran dana BOS yang selama ini disalurkan pemerintah.

"Kita ingin mereview secara jujur sebenarnya berapa biaya satuan pendidikan per siswa per tahunnya, sehingga kita bisa melihat apakah dana BOS yang selama ini diberikan oleh negara itu bisa meng-cover standar minimal atau belum," kata Sarmuji dalam keterangan tertulis.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan hasil kajian yang dipaparkan dalam seminar menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan riil penyelenggaraan pendidikan dengan dukungan pembiayaan yang tersedia saat ini. Karena itu, menurutnya, formulasi pembiayaan pendidikan perlu dievaluasi agar lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.

Ia menjelaskan kajian tersebut disusun berdasarkan tiga komponen utama, yakni biaya operasional sekolah, biaya yang ditanggung tenaga pendidik, serta biaya yang masih dibebankan kepada orang tua peserta didik. Ketiga komponen itu menjadi dasar untuk menghitung kebutuhan biaya pendidikan secara lebih menyeluruh.

"Dengan melihat tiga komponen tersebut, kita ingin memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai kebutuhan pembiayaan pendidikan yang sebenarnya," ujarnya.

Sarmuji berpandangan penyesuaian pembiayaan pendidikan perlu dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal negara. Namun, ia menegaskan besaran biaya pendidikan harus dihitung secara rasional agar mampu menopang peningkatan mutu pendidikan nasional.

"Kita ingin ada peningkatan secara gradual terhadap biaya operasional sekolah yang diberikan pemerintah. Yang terpenting adalah hitung-hitungannya lebih rasional dan sesuai dengan kebutuhan," katanya.

Ia berharap hasil seminar tersebut dapat menjadi salah satu masukan dalam penyusunan kebijakan pendidikan, termasuk pembahasan regulasi terkait sistem pembiayaan pendidikan. Dengan begitu, kebijakan pendanaan pendidikan diharapkan semakin mendukung pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI