Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Gaya Hidup / Olah Raga / PSSI Buka Beasiswa Garuda Academy 2026, Full Scholarship untuk Industri Sepak Bola

PSSI Buka Beasiswa Garuda Academy 2026, Full Scholarship untuk Industri Sepak Bola

Kamis, 14 Mei 2026 16:00 WIB

Font: Ukuran: - +

PSSI resmi membuka pendaftaran Garuda Academy Scholarship Program Year II yang berlangsung pada 8-17 Mei 2026. [Foto: dok. PSSI]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - PSSI resmi membuka pendaftaran Garuda Academy Scholarship Program Year II yang berlangsung pada 8-17 Mei 2026.

Program beasiswa penuh hasil kolaborasi PSSI, AFC, FIFA, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) ini kembali hadir sebagai wadah pengembangan sumber daya manusia sepak bola Indonesia melalui pendekatan pembelajaran industri sepak bola modern.

Pada pelaksanaan tahun kedua ini, Garuda Academy menghadirkan learning journey yang terstruktur melalui empat tahapan pembelajaran atau core.

Learning journey tersebut dirancang untuk memperkenalkan peserta terhadap berbagai aspek profesional dalam industri sepak bola. Tentunya, program ini tidak hanya membahas sisi teknis pertandingan, tetapi juga mengupas bagaimana sepak bola dikelola sebagai sebuah ekosistem industri yang melibatkan aspek bisnis, media, operasional, hingga tata kelola organisasi.

Tahap awal pembelajaran akan dimulai melalui CORE 1.0 yang dijadwalkan berlangsung pada 20-25 Juni 2026. Sebanyak 105 peserta terpilih nantinya akan mendapatkan pemahaman dasar mengenai dunia sepak bola modern dan fondasi industri di baliknya. Materi yang dipelajari mencakup The World of Football, Safeguarding in Football, Commercialization in Football, Event Management, hingga Brand Development.

Dalam tahap ini, peserta akan belajar memahami bagaimana industri sepak bola bekerja secara global, termasuk aspek perlindungan dan keamanan dalam lingkungan sepak bola, pengelolaan komersial, strategi pengembangan merek (brand), hingga bagaimana sebuah pertandingan dan event sepak bola dijalankan secara profesional.

Materi akan dibawakan oleh panelis dan praktisi berpengalaman dari level nasional maupun internasional, termasuk perwakilan AFC dan FIFA.

Peserta yang melanjutkan ke CORE 2.0 akan dipilih menjadi 84 orang terbaik. Pada fase ini, pembelajaran mulai berfokus pada fungsi dan realitas operasional sehari-hari dalam organisasi sepak bola. Materi yang diberikan meliputi Broadcast Operation, Media Operation, Digital Promotion, Sponsorship Activation, serta Crowd Management.

Melalui pembelajaran tersebut, peserta akan diperkenalkan dengan proses kerja di balik siaran pertandingan, pengelolaan media dan komunikasi klub atau federasi, strategi promosi digital, aktivasi sponsor, hingga manajemen penonton dalam sebuah pertandingan. Output yang diharapkan dari fase ini adalah terbentuknya pemahaman mengenai bagaimana sebuah organisasi sepak bola modern menjalankan operasionalnya secara profesional dan terintegrasi.

Tahapan berikutnya adalah CORE 3.0 yang diikuti oleh 30 peserta terbaik. Pada fase ini, peserta akan mulai masuk ke sisi profesional dan pengambilan keputusan dalam industri sepak bola melalui materi Income Generation, Content Creation, dan Professional Club Licensing.

Peserta akan mempelajari bagaimana klub atau organisasi sepak bola menciptakan sumber pendapatan, membangun strategi konten yang relevan dengan perkembangan digital saat ini, serta memahami proses dan standar lisensi klub profesional.

Tahap ini dirancang untuk memberikan gambaran nyata mengenai tantangan industri sepak bola modern dan kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan untuk terlibat langsung di dalamnya.

Sementara itu, 10 peserta terbaik akan melanjutkan ke CORE 4.0 sebagai tahap akhir pembelajaran. Fokus utama pada fase ini adalah Strategic Management, Football Governance, dan Financial Management.

Pada tahap ini, peserta akan dibekali pemahaman mengenai pengambilan keputusan strategis, tata kelola organisasi sepak bola, serta pengelolaan finansial dalam jangka panjang.

Melalui keseluruhan learning journey tersebut, Garuda Academy Year II diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami sepak bola dari sisi permainan, tetapi juga memiliki wawasan global mengenai bagaimana industri sepak bola dijalankan secara profesional dan berkelanjutan.

Salah satu alumni Garuda Academy Year I, Helmi Akhmad Darmawan yang saat ini bekerja di iLeague, mengaku program tersebut memberikan dampak besar terhadap perkembangan pengetahuannya di industri sepak bola.

“Garuda Academy membantu mengakselerasi pengetahuan saya tentang dunia sepak bola. Mulai dari Core 1.0, Core 2.0, hingga Core 3.0, saya belajar banyak hal seperti broadcast, sponsorship, game rating, hingga revenue commercialization,” ujar Helmi.

“Menurut saya, program ini membuka pandangan baru tentang sepak bola dan sangat membantu dalam pekerjaan yang saya jalani saat ini. Ke depannya, saya ingin memanfaatkan ilmu dari Garuda Academy untuk ikut memajukan sepak bola Indonesia, sekaligus memberikan dampak yang lebih besar, bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk dunia sepak bola secara global,” lanjutnya.

Pendaftaran Garuda Academy Scholarship Program Year II terbuka bagi Warga Negara Indonesia yang berusia di bawah 40 tahun per Desember 2026 dan telah memiliki gelar sarjana (S1).

Peserta juga diharapkan memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik, sementara kepemilikan sertifikasi IELTS atau TOEFL akan menjadi nilai tambah dalam proses seleksi. Kandidat yang memiliki pengalaman minimal satu tahun di industri olahraga maupun bisnis juga akan diprioritaskan.

Sebagai bagian dari proses seleksi, calon peserta diwajibkan menyiapkan curriculum vitae (CV), video perkenalan diri, esai sepanjang 400-500 kata, sertifikat pendukung, serta portofolio.

Proses pendaftaran dilakukan melalui laman resmi Kitagaruda.id dengan melakukan registrasi Garuda ID terlebih dahulu. Setelah itu, peserta dapat memilih menu “Garuda Academy”, mengakses “Garuda Academy Year II”, dan melengkapi formulir pendaftaran beserta dokumen yang dibutuhkan.

Jangan sampai terlambat karena pendaftaran program beasiswa fully funded ini akan ditutup pada 17 Mei 2026.

Sesuai dengan visi dan misi Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, Garuda Academy Year II diharapkan dapat menjadi ruang belajar sekaligus akselerasi lahirnya talenta-talenta profesional baru yang siap memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan sepak bola Indonesia di masa depan. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI