Selasa, 01 September 2026
Beranda / Gaya Hidup / Olah Raga / NPC Indonesia Klarifikasi Soal Atlet Tuli Galang Dana untuk Kejuaraan Internasional

NPC Indonesia Klarifikasi Soal Atlet Tuli Galang Dana untuk Kejuaraan Internasional

Selasa, 01 September 2026 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi bersama Kemenpora RI agar pembinaan olahraga prestasi atlet penyandang disabilitas nasional akuntabel dan tepat sasaran. [Foto: NPC Indonesia]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam pembinaan atlet disabilitas. Hal ini disampaikan menyusul ramainya perbincangan soal sejumlah atlet tuli yang menggalang dana untuk mengikuti kejuaraan internasional.

Kepala Departemen Hukum NPC Indonesia, Satriawan Sulaksono, mengatakan pengiriman atlet ke kejuaraan internasional dilakukan melalui perencanaan dan konsolidasi bersama Kemenpora.

Menurutnya, keikutsertaan atlet dalam kompetisi internasional merupakan bagian dari rangkaian tryout pemusatan latihan nasional menuju Paralimpiade, termasuk untuk mengumpulkan poin kualifikasi.

"Keikutsertaan atlet NPC Indonesia dalam kejuaraan internasional merupakan bagian dari rangkaian tryout pemusatan latihan nasional menuju Paralimpiade yang bertujuan mengumpulkan poin demi memenuhi syarat kualifikasi, melalui proses perencanaan dan review dengan Kemenpora sebelumnya," ujar Satriawan, Senin (31/8/2026).

Terkait atlet disabilitas rungu atau tuli, Satriawan menjelaskan pembinaannya memiliki jalur organisasi yang berbeda. Keanggotaan pada International Committee of Sports for the Deaf (ICSD) menjadi syarat bagi negara untuk mengirimkan kontingen ke Deaflympics.

Dia menyebut organisasi olahraga tuli di Indonesia yang diakui sebagai anggota ICSD adalah Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (PATRIN).

"Kami berharap seluruh atlet tunarungu yang saat ini aktif bisa bergabung atau berkomunikasi dengan PATRIN, sehingga bisa mengikuti event-event internasional yang diselenggarakan," katanya.

Satriawan menegaskan pemerintah melalui Kemenpora tetap berkomitmen mendukung kemajuan olahraga disabilitas, termasuk atlet tuli. Menurutnya, langkah administratif dan konsolidasi perlu segera dituntaskan agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di masyarakat.

Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, mengatakan NPC Indonesia tidak dapat mengintervensi persoalan tersebut karena NPC Indonesia dan PATRIN berada di bawah organisasi internasional yang berbeda.

"Kemenpora juga sudah mengundang, siapa organisasi yang berhak menangani atlet tunarungu dengan membawa semua legalitas dan dokumen, mereka yang menunjukkan bahwa mereka adalah member dari federasi internasional," jelas Rima.

Dia menegaskan setiap pengiriman atlet ke luar negeri idealnya melalui proses review dan memiliki dasar prestasi atau catatan waktu.

"Siapapun yang akan kita berangkatkan selalu ada dasar prestasi atau catatan waktu atlet-atlet tersebut," ujarnya.

Sementara itu, NPC Indonesia saat ini tengah fokus mempersiapkan atlet menuju Asian Para Games 2026 di Jepang yang akan berlangsung pada 18-24 Oktober 2026.

Kemenpora juga telah memastikan atlet, pelatih, dan ofisial Indonesia akan diberangkatkan ke Jepang menggunakan pesawat carter khusus secara langsung menuju Nagoya. [t]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
pema - damai
dishub