Logo Dialeksis - Masker
Beranda / Berita / Nasional / Sejarah Baru, Pergantian Kepemimpinan PKS Sukses Terlaksana Serentak Secara Nasional

Sejarah Baru, Pergantian Kepemimpinan PKS Sukses Terlaksana Serentak Secara Nasional

Selasa, 29 Desember 2020 22:15 WIB

Font: Ukuran: - +


Foto: Ist

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sejarah baru tercipta dalam peta perpolitikan yang ada di Indonesia, bahkan ditingkat dunia, dimana struktur pengurus bisa diselesaikan dalam satu hari di tingkat Provinsi dan satu hari kemudian ditingkat Kabupaten/Kota Se-Indonesia. 

“Hal ini tentu sangat luar biasa, dimasa pandemi kita bisa melalui masa-masa sulit ini, dan kita (PKS, red) memiliki satu terobosan menjadi yang terdepan dalam melakukan proses suksesi pergantian kepemimpinan dengan bersih dan profesional,” ujar Ketua DPP PKS Wilda Sumbagut, Hendry Munief, saat memberi arahan setelah pelantikan Pimpinan DPTD Se-Sumbagut (28/12/2020). 

Kiranya memang pantas dikatakan sebagai sejarah baru dalam suksesi kepemimpinan sebuah partai politik. Karena dalam sejarahnya, baru PKS yang melaksanakannya secara serentak nasional, tanpa ada intrik dan keributan. Tidak berlebihan jika hajatan ini layak mendapatkan Rekor MURI Indonesia.

Kemarin (Ahad, 27/12/2020) dan hari ini (Senin, 28/12/2020), kita disajikan fenomena tak biasa. Yakni perhelatan Musyawarah Wilayah (Muswil) di 34 Provinsi dan Musyawarah Daerah (Musda) di 514 Kabupaten/Kota serentak se-Indonesia. Prosesnya berlangsung adem dan tenang. Sebelumnya, di Munas PKS pada Oktober lalu juga demikian.

Tentu hal tersebut mengundang pertanyaan banyak kalangan, mengapa hal itu bisa terjadi, apa kuncinya ?

Pada 2014, Mantan Menristek di era Presiden Gus Dur, AS Hikam berkata:

“Manajemen kontrol kerusakan (damage control management) PKS patut diacungi jempol dan ditiru oleh partai lain. Ke depan, PKS bisa mengubah kekacauan menjadi keuntungan," sebutnya.

Mengapa?

“Ini karena budaya politik PKS mengutamakan kepentingan organisasi ketimbang figur, memikirkan jangka panjang ketimbang jangka pendek," kata Hikam lagi.

Suksesi kepemimpinan nir kegaduhan harus jadi tradisi partai manapun. Karena proses tersebut menjadi etalase sebuah partai yang dengan mudahnya dilihat oleh publik. Saat suksesi berlangsung lancar tanpa konflik, itu mencerminkan soliditas partai yang bermuara pada simpati publik.

Simak apa yang dikatakan Pengamat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro beberapa tahun silam. Menurutnya, kesan positif harus diberikan untuk menarik kepercayaan publik.

“Sebab hanya partai solid dan tidak berkonflik yang akan mengundang kepercayaan publik,” tuturnya.

Dengan cara itu pula, angka golput atau publik yang apolitis akan berkurang.

Kini, setelah pelantikan pengurus baru PKS akan melaksanakan agenda pembahasan amanah Muswil dan Amanah Musda, rencana kerja, serta rencana anggaran. 

Mohon do’a dan dukungan dari segenap masyarakat Indonesia pada umumnya dan Riau khususnya, agar PKS semakin kokoh melayani masyarakat.

Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda