DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pondok Pesantren Modern Al Zahrah di Bireuen resmi ditunjuk sebagai salah satu lokasi utama pelaksanaan seleksi calon mahasiswa Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, untuk gelombang II tahun 2026. Seleksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19 April 2026 dan akan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Aceh.
Pelaksanaan seleksi mahasiswa Indonesia ke Universitas Al Azhar merupakan agenda rutin yang difasilitasi bersama berbagai lembaga pendidikan dan Kementerian Agama, sebagaimana tahapan nasional yang juga dilaksanakan setiap tahun.
Ketua Tim Edukasi Timur Tengah IKAT Aceh, Ustadz M. Zuhri Sulaiman, mengatakan antusiasme calon mahasiswa pada seleksi tahun ini kembali menunjukkan tren yang tinggi.
Menurutnya, total peserta seleksi gelombang II mencapai 164 orang yang tersebar di empat titik ujian, yakni Banda Aceh, Bireuen, Aceh Barat, dan Aceh Tenggara.
"Untuk wilayah Bireuen sendiri, sebanyak 35 peserta akan mengikuti ujian di Ponpes Al Zahrah. Ini menjadi salah satu titik penting dalam proses seleksi tahun ini,” ujarnya kepada InfoPublik, Rabu (15/4/2026).
Ia menambahkan, sebelumnya sebanyak 22 peserta telah mengikuti seleksi gelombang pertama pada Februari lalu. Sementara itu, pendaftaran gelombang ketiga juga telah dibuka dan dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026.
Zuhri menjelaskan, IKAT Aceh sebagai lembaga yang menaungi Ikatan Alumni Timur Tengah memiliki peran strategis dalam memfasilitasi proses seleksi hingga keberangkatan mahasiswa ke Al Azhar setiap tahun.
Kegiatan ini turut terlaksana melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya Markaz Tathwir, Forkapmi, serta Kementerian Agama.
“Semoga seluruh rangkaian seleksi berjalan lancar dan sukses. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ponpes Al Zahrah atas kesediaannya menjadi tuan rumah pada gelombang kedua ini,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Modern Al Zahrah, Tgk. H.M. Fadhil Rahmi, yang akrab disapa Syech Fadhil, menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada lembaganya.
Ia menilai, penunjukan Al Zahrah sebagai lokasi seleksi menjadi bukti bahwa pesantren tersebut semakin diperhitungkan dalam jaringan pendidikan Timur Tengah di Aceh.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Ke depan, Al Zahrah terus berkomitmen mencetak lulusan terbaik yang mampu melanjutkan studi hingga ke luar negeri dan berkontribusi bagi Aceh serta dunia Islam,” ujarnya.
Pelaksanaan seleksi ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Aceh yang unggul, berdaya saing global, dan siap melanjutkan tradisi keilmuan Islam di tingkat internasional, sejalan dengan upaya nasional dalam pengiriman mahasiswa Indonesia ke Universitas Al Azhar Kairo. [InfoPublik]