Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Pembangunan 66 RS Program Quick Win Dikebut, 16 Rampung Akhir Februari

Pembangunan 66 RS Program Quick Win Dikebut, 16 Rampung Akhir Februari

Sabtu, 07 Februari 2026 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan total 66 rumah sakit secara bertahap. Pada tahap awal, 22 rumah sakit telah memulai pembangunan sejak Januari-Juni 2025. [Foto: dok. Kemenkes]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan percepatan pembangunan rumah sakit dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo terus berjalan, dengan 16 rumah sakit ditargetkan selesai dan siap diresmikan pada akhir Februari 2026. 

Program ini menjadi bagian dari transformasi layanan rujukan nasional untuk memperluas akses kesehatan di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan total 66 rumah sakit secara bertahap. Pada tahap awal, 22 rumah sakit telah memulai pembangunan sejak Januari-Juni 2025. 

“Hingga akhir Februari ini, 16 rumah sakit akan selesai, sementara sisanya diharapkan rampung pada Maret-April,” ujar Budi dalam keterangan resmi, Sabtu (7/2/2026).

Menurut Budi, program ini dirancang sebagai quick win agar janji pemerataan layanan kesehatan dapat segera dirasakan masyarakat. Pemerintah juga telah mengamankan anggaran 2026 untuk pembangunan tambahan 20 rumah sakit. 

“Kita ingin janji Presiden kepada masyarakat benar-benar terwujud cepat, dengan rumah sakit yang fasilitasnya setara dengan rumah sakit di kota besar,” katanya.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, dr. Azhar Jaya, menjelaskan peningkatan difokuskan pada penguatan RSUD kelas D menjadi kelas C dengan prioritas layanan penyakit katastropik, yakni kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi. Selain pembangunan infrastruktur, rumah sakit dilengkapi alat kesehatan canggih dan pemenuhan tenaga spesialis. 

Pemerintah menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki RSUD dengan kompetensi layanan rujukan tingkat madya untuk menekan kesenjangan layanan antarwilayah. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI