Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Mudik Terdesak Nyepi, Antrean Gilimanuk Sempat 36 Km Kini Berangsur Susut

Mudik Terdesak Nyepi, Antrean Gilimanuk Sempat 36 Km Kini Berangsur Susut

Rabu, 18 Maret 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Lonjakan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk terjadi menjelang penutupan penyeberangan saat Hari Raya Nyepi pada 18-20 Maret 2026. [Foto: ASDP]


DIALEKSIS.COM | Gilimanuk - Lonjakan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk terjadi menjelang penutupan penyeberangan saat Hari Raya Nyepi pada 18-20 Maret 2026. Kepadatan dipicu pergerakan masyarakat yang memilih menyeberang lebih awal ke Jawa.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat antrean kendaraan yang sempat mencapai 36 kilometer kini mulai berangsur terurai, meski masih menyisakan kepadatan sekitar 20 kilometer menuju pelabuhan.

Selain tingginya volume kendaraan, antrean juga dipengaruhi kondisi lalu lintas di jalur menuju Gilimanuk, termasuk aktivitas di titik layanan seperti SPBU dan area istirahat.

Untuk mengurai kemacetan, ASDP mengoptimalkan operasional di lintasan Ketapang–Gilimanuk dengan mengerahkan 34 kapal. Skema percepatan Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) juga diterapkan agar kapal yang tiba dapat langsung kembali berlayar tanpa proses muat ulang.

Rekayasa lalu lintas turut diberlakukan, termasuk pengalihan kendaraan kecil ke kantong parkir atau buffer zone guna mengurangi kepadatan di jalur utama.

Data ASDP menunjukkan, pada H-5 atau 16 Maret 2026, sebanyak 76.495 penumpang menyeberang dari Bali ke Jawa, meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu. Total kendaraan yang menyeberang pada hari itu mencapai 23.025 unit.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-5, jumlah penumpang tercatat 309.135 orang, sementara total kendaraan mencapai 97.787 unit.

ASDP memastikan akan terus mengoptimalkan layanan bersama pemangku kepentingan guna menjaga kelancaran arus penyeberangan selama periode mudik Lebaran dan penutupan Nyepi. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI