DIALEKSIS.COM | Jakarta - Aktivitas penyeberangan dari Jawa menuju Sumatera mulai meningkat menjelang periode Angkutan Lebaran 2026. Meski trafik kendaraan dan penumpang bertambah, arus di sejumlah pelabuhan utama masih terpantau lancar tanpa antrean panjang di luar kawasan pelabuhan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, kondisi di pelabuhan lintasan Jawa-Sumatera seperti Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan BBJ Bojonegara masih dalam kategori ramai namun tetap lancar.
Menurut dia, kendaraan logistik maupun kendaraan pribadi pemudik tidak mengalami penumpukan di luar area pelabuhan.
Data Posko Merak mencatat, pada Senin (16/3/2026) atau H-5 pukul 12.00 WIB, jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 41.702 orang. Angka tersebut turun sekitar 11,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, jumlah kendaraan roda dua tercatat 4.241 unit atau naik 11,6 persen. Kendaraan roda empat mencapai 5.539 unit, sedangkan truk 743 unit dan bus 274 unit.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, mengatakan peningkatan trafik menjelang Lebaran merupakan pola tahunan.
ASDP memprediksi puncak arus mudik penyeberangan terjadi pada Rabu (18/3/2026) hingga Kamis (19/3/2026). Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, ASDP menerapkan sistem penundaan (delaying system) di sejumlah titik buffer zone di sekitar pelabuhan.
Selain itu, kendaraan logistik golongan besar tetap dialihkan melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara guna mengurangi kepadatan di Merak.
ASDP juga mengingatkan masyarakat agar membeli tiket penyeberangan melalui aplikasi resmi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan guna menghindari antrean maupun praktik percaloan. [in]