Beranda / Berita / Nasional / Kemendagri Apresiasi Plan International Berjasa Beri Kontribusi Positif bagi Kaum Muda Indonesia

Kemendagri Apresiasi Plan International Berjasa Beri Kontribusi Positif bagi Kaum Muda Indonesia

Selasa, 31 Mei 2022 20:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro saat memberikan sambutan dalam acara penutupan kerja sama Kemendagri dengan Plan Internasional, di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Selasa (31/5/2022). [Foto: Puspen Kemendagri]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memuji Plan Internasional yang lebih dari lima dekade telah memberikan kontribusi positif bagi Indonesia, khususnya dalam meningkatkan kapasitas kaum muda Indonesia. 

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro dalam acara penutupan kerja sama Kemendagri dengan Plan Internasional. Acara bertajuk “52 Tahun Plan Internasional Indonesia Bekerja untuk Anak Indonesia” tersebut berlangsung di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Selasa (31/5/2022).

“(Misinya) Meningkatkan kapasitas kaum muda, mendukung tumbuh kembangnya anak secara aman. Memang anak ini luar biasa, karena sebagaimana kita ketahui bersama Human Development Index itu memang dimulai dari dari kelahiran,” katanya.

Suhajar menyampaikan, dalam waktu yang cukup panjang kerja sama tersebut telah memberikan warna bagi pemerintah daerah dalam pembangunan. 

Plan Internasional berjasa bagi Indonesia karena memiliki peran dalam melindungi hak asasi anak-anak dan pemuda. Selain itu juga berperan dalam kesetaraan perempuan dan pemberdayaan anak untuk menciptakan perubahan mendasar dan mengatasi diskriminasi

Lanjut Suhajar, ketika terjadi peningkatan kapasitas pada kaum muda, maka dapat meningkatkan Human Development Index (Indeks Pembangunan Manusia) yang diukur dari kesehatan, pendidikan, dan pendapatan. 

“Nah, setelah anak-anak tadi dilahirkan, maka pelayanan masuk di situ untuk perlindungannya, dan seterusnya, anak-anak dan remaja dan perempuan. Karena itulah Plan juga masuk ke infrastruktur. Infrastruktur sanitasi dan air bersih misalnya. Kenapa? Karena stunting itu dimulai dari situ,” terangnya.

Dia menjelaskan, air yang tidak bersih akan mengganggu kondisi kandungan perempuan yang sedang hamil. Belum lagi ketika remaja yang telah memasuki usia menikah tidak sehat karena persoalan sanitasi dan air bersih, maka juga akan mengalami gangguan. Untuk itu, akses setiap orang untuk mendapat air bersih yang cukup akan menentukan masa mendatang, baik saat seorang perempuan menikah maupun tengah hamil.

“Maka kita tentunya mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan Plan Internasional karena juga melakukan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, ketahanan keluarga, sampai ketahanan menghadapi bencana oleh anak dan orang tua. Sehingga usia hidup bisa lebih tinggi karena anak-anak tahan terhadap bencana dan dapat mengatasi bencana,” jelasnya.

Selain itu, konsep kerja sama akan terus dikembangkan antara Kemendagri dan Plan (Internasional) Indonesia terlebih dari sisi pemberdayaan. Pemberdayaan yang dimaksud adalah pemberdayaan mandiri, yaitu masyarakat yang mampu mengendalikan masa depannya sendiri. Suhajar menekankan, pemberdayaan menjadi titik sentral lahirnya masyarakat mandiri yang merupakan ujung dari pembangunan masyarakat.

“Apabila pembangunan tak mampu memberdayakan masyarakat, maka sesungguhnya pembangunan nanti akan bertemu pada siklus kemiskinan. Maka saya melihat Plan Internasional ini ada misi pemberdayaannya. Ini adalah fungsi pemerintahan yang kami ucapkan terima kasih kepada kawan-kawan Plan Internasional,” tandas Suhajar. [PK]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI
Komentar Anda