Logo Dialeksis - Masker
Beranda / Berita / Nasional / Gubernur Aceh: Industri Pariwisata Bisa Turunkan Angka Kemiskinan

Gubernur Aceh: Industri Pariwisata Bisa Turunkan Angka Kemiskinan

Senin, 16 November 2020 15:50 WIB

Font: Ukuran: - +

Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT didampingi Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal, S.STP M.Si saat berbincang dengan Arief Suditomo, News Director Metro TV (baju putih), Senin, 16 November 2020. (Foto: Humas BPPA)


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT menyatakan untuk menurunkan angka kemiskinan di Aceh diperlukan adanya investasi, salah satunya dibidang industri pariwisata. Karena, dinilai dalam hal ini masyarakat bisa berkontribusi dan terlibat langsung. 

Dengan adanya investasi, juga akan membuka lapangan kerja baru, dan bagi yang bekerja akan ada pendapatan bagi keluarganya. Sehingga  angka kemiskinan akan turun. 

"Tapi kita coba kombinasikan ke industri pariwisata minimal yang beskala menengah. Sehingga kita perlunya investor," kata Nova saat bersilaturahmi  ke stasiun televisi Metro TV, Senin, 16 November 2020 didampingi Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal, S.STP, M.Si. 

Apalagi kata Nova, terkait dengan industri pariwisata ini, Aceh mendapatkan restu dari Presiden Joko Widodo yang memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, guna mendukung salah satu bagian investasi Uni Emirat Arab (UEA) di Aceh. 

Ia menyebutkan, adapun pintu masuk bagi UEA yang ingin menginvestasi itu, adalah dalam bidang pariwisata, dalam bentuk membangun properti, seperti resort, lapangan golf kemudian infrastruktur pendukungnya. 

Tentunya, dalam hal ini, pihak UEA untuk lokasi investasinya di Aceh lebih memilih kawasan Pulau Banyak, Aceh Singkil, dibandingkan Sabang, dan Simeulue. 

"Saya pikir, pariwisata sebagai pintu masuk awal untuk industri investasi berkembang di Aceh,  adalah keniscayaan, keharusan. Dan kita sudah berjalan dalam proses itu," katanya. 

Namun tambah Nova, walaupun pemandangan indah yang ditawarkan di lokasi Pulau Banyak tersebut, tapi harus dikelola dengan baik. Kemudian, keramahan masyarakatnya harus bisa diterima dengan baik. 

Begitu juga dengan transportasi yang bisa diandalkan di sana, supaya bisa memperlancar dalam investasi tersebut, Pemerintah Aceh sudah membeli satu unit Kapal Motor Penumpang (KMP) untuk lintasan Singkil-Pulau Banyak. 

"Kemudian kita sudah membebaskan lahan di daratan Sumatera, di Aceh Singkil untuk pengembangan airport, lalu di salah satu pulau juga  sudah ada lahan untuk dermaga standar kapal, tinggal kita kembangkan. Walaupun Itu sebenarnya sudah kita lakukan dua tahun yang lalu. 

Ia memperkirakan, jika Covid-19 berakhir pada akhir tahun ini, hanya tinggal mendatangi dokumen kerja sama. Dan kemungkinan awal tahun sudah bisa kontruksi, atau paling lambat akhir tahun depan bisa kontruksi [*].

Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda