Beranda / Berita / Nasional / Densus Bawa 16 Senpi Tersangka Teroris Karyawan KAI ke Labfor

Densus Bawa 16 Senpi Tersangka Teroris Karyawan KAI ke Labfor

Rabu, 16 Agustus 2023 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +


Senjata api yang disita dari DE, karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menjadi tersangka tindak pidana terorisme. 


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri membawa 16 senjata api (senpi) milik DE, 28, karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang ditangkap kasus tindak pidana terorisme ke Laboratorium Forensik (Labfor). Guna memastikan jenisnya, karena sudah banyak yang dimodifikasi.

"Nanti kita akan kirim ke labfor untuk melihat apakah casing dalamannya masih original atau sudah rakitan, mengenai kepastiannya antara casing sparepart isi dalam dan lain-lainnya ini masih akan dibawa ke laboratorium untuk diteliti," kata juru bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar saat dikonfirmasi, Rabu (16/8/2023).

Aswin mengaku akan memastikan keaslian senjata tersebut. Apakah semuanya bahan pabrikan atau sudah ada perubahan. Dia mencontohkan salah satu senjata api merek Uzi yang disita dari DE.

"Nah, ini akan butuh waktu. Hanya memang kalau terlihat casing dari luar seperti itu ya, saya mungkin tidak ahli senjata misalnya, saya mau menyebutkan yang Uzi ini mungkin banyak tipe juga. Laporan pemeriksaan nanti dari laboratorium ini senjata apa isi dalamnya, casing luarnya apa dan seterusnya," ungkap Aswin.

Densus dipastikan akan membuktikan satu persatu. Penyidikan masih terus dilakukan Detasemen berlambang burung hantu itu. 

Tim Densus 88 menangkap DE pada Senin siang, 14 Agustus 2023 di Jalan Raya Bulak Sentul, Harapan Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dalam penggeledahan, ditemukan 16 senjata api, baik pabrikan maupun rakitan.

Dari belasan senjata itu, ada lima yang dimodifikasi dari airsoft gun menjadi senjata api. Rata-rata senjata milik DE telah menjadi senjata api penuh.

Namun, tidak dirinci apa saja jenisnya. Densus hanya menyebut 11 laras pendek dan 5 laras panjang. Semua senjata tersebut telah dilabeli ISIS. 

DE bergabung dengan kelompok radikal sejak 2010. Berawal dari masuk menjadi jemaah Mujahidin Indonesia Barat (MIB) di Bandung, Jawa Barat dengan pemimpin berinisial WM, telah ditangkap. 

Setelah WM ditangkap, jemaah bubar dan DE berselancar bebas melanjutkan propaganda terorisme di media sosial. Kemudian, DE menyatakan baiat kepada Amir ISIS pada 2014. Lalu bergabung menjadi karyawan PT KAI pada 2016.

Keyword:


Editor :
Zulkarnaini

riset-JSI
Komentar Anda