DIALEKSIS.COM | Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI Donny Ermawan menerima kunjungan CEO Aerospace Long-March International (ALIT), Li Dong, dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wamenhan di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama strategis di bidang teknologi pertahanan, khususnya yang berkaitan dengan sektor kedirgantaraan dan luar angkasa.
Dalam audiensi tersebut, kedua pihak membahas pengembangan sistem pertahanan yang komprehensif dan terintegrasi. Fokus diarahkan pada pemanfaatan teknologi berbasis satelit dan sistem kedirgantaraan sebagai bagian dari strategi menjaga kedaulatan negara. Indonesia, dengan wilayah yang luas dan berbentuk kepulauan, dinilai membutuhkan sistem pertahanan yang mampu menjangkau seluruh kawasan secara efektif dan real time.
Wamenhan menekankan pentingnya pendekatan sistemik dalam membangun pertahanan nasional, termasuk integrasi antarplatform dan kemampuan deteksi dini. Ia juga menggarisbawahi bahwa kerja sama internasional perlu diarahkan pada solusi konkret yang bisa langsung memperkuat kapasitas pertahanan Indonesia.
Selain itu, isu kemandirian industri pertahanan dalam negeri menjadi salah satu poin utama pembahasan. Kedua pihak menyoroti perlunya skema Transfer of Technology (ToT) agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu mengembangkan teknologi sendiri. Kolaborasi dengan Aerospace Long-March International diharapkan dapat membuka peluang riset dan pengembangan bersama dengan melibatkan industri lokal.
“Kerja sama ini harus memberikan nilai tambah nyata bagi penguatan industri pertahanan nasional, terutama melalui alih teknologi dan peningkatan kapasitas SDM,” ujar Wamenhan dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan ini juga mencerminkan langkah Indonesia dalam merespons dinamika strategis global yang terus berkembang, terutama dalam domain pertahanan berbasis teknologi tinggi. Penguatan kolaborasi internasional dinilai menjadi salah satu kunci untuk memastikan kesiapan nasional menghadapi berbagai potensi ancaman di masa depan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dengan harapan menghasilkan kerja sama yang berkelanjutan. [*]