Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Pertahanan dan Keamanan / Polri Gandeng Warga, Sabuk Kamtibmas Jadi Senjata Baru Deteksi Dini Ancaman

Polri Gandeng Warga, Sabuk Kamtibmas Jadi Senjata Baru Deteksi Dini Ancaman

Senin, 27 April 2026 15:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kegiatan supervisi Baintelkam Polri terkait program strategis Sabuk Kamtibmas yang digelar di Aula Presisi Polres Purwakarta, Senin (27/4/2026).


DIALEKSIS.COM | Purwakarta - Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kini tak lagi bertumpu semata pada kehadiran aparat di lapangan. Pendekatan pemolisian modern menuntut keterlibatan aktif masyarakat sebagai bagian dari sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Hal ini mengemuka dalam kegiatan supervisi Baintelkam Polri terkait program strategis Sabuk Kamtibmas yang digelar di Aula Presisi Polres Purwakarta, Senin (27/4/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Supervisi, Tedi Hermansyah, yang hadir bersama Budi Hendra Permadi serta Wakapolres Purwakarta Sosialisman M. Natsir. Turut hadir pula berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan hingga lembaga swadaya masyarakat.

Dalam arahannya, Tedi menegaskan bahwa Sabuk Kamtibmas merupakan konsep pengamanan berbasis partisipasi publik yang menitikberatkan pada penguatan jaringan informasi di tingkat masyarakat.

“Sabuk Kamtibmas bukan hanya soal patroli, tetapi bagaimana kita membangun komunikasi dan jaringan informasi yang kuat. Masyarakat harus peka terhadap dinamika global dan bersama menjaga stabilitas,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan keamanan saat ini tidak hanya bersumber dari faktor lokal, tetapi juga dipengaruhi dinamika global seperti tekanan ekonomi hingga geopolitik. Karena itu, kemampuan deteksi dini menjadi krusial untuk mencegah eskalasi gangguan keamanan.

Sementara itu, Kapolres Purwakarta I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menekankan pentingnya menjaga sinergi yang telah terbangun antara Polri dan masyarakat.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Melalui Sabuk Kamtibmas, kami ingin membangun kolaborasi yang kuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat tidak hanya memperkuat fungsi pengawasan, tetapi juga menciptakan rasa memiliki terhadap keamanan lingkungan masing-masing.

Kegiatan supervisi ini tidak sekadar menjadi forum pemaparan program, tetapi juga berkembang menjadi ruang dialog interaktif. Para peserta diberi kesempatan menyampaikan pandangan, masukan, hingga dinamika yang mereka hadapi di lapangan.

Diskusi yang berlangsung hangat tersebut kemudian ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap bersama. Komitmen kolektif ini menjadi simbol kuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah Purwakarta.

Dengan pendekatan kolaboratif seperti Sabuk Kamtibmas, Polri berharap tercipta ekosistem keamanan yang lebih adaptif, responsif, dan berkelanjutan -- di mana masyarakat tidak lagi menjadi objek, melainkan mitra strategis dalam menjaga ketertiban. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI