DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Menjelang Hari Raya Idulfitri, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Aceh memperketat pengawasan pangan dengan memperluas pemeriksaan hingga ke paket parsel dan kue Lebaran.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh produk pangan yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi serta bebas dari bahan berbahaya selama momentum Ramadan hingga Idulfitri.
Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, menyebutkan bahwa kegiatan itu merupakan bagian dari pengawasan rutin tahunan yang dilaksanakan selama bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran.
“Menjelang Lebaran nanti, paket parsel juga akan kita uji. Karena biasanya momentum ini menjadi kesempatan bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Semoga tidak ada, tetapi tetap akan kita lakukan pemeriksaan dengan membongkar, melihat, dan mengecek bersama lintas sektor,” ujar Riyanto yang dilansir pada Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir BBPOM Aceh juga gencar melakukan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha terkait penggunaan bahan pangan yang aman, baik bahan mentah maupun bahan tambahan.
Menurutnya, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Kesadaran masyarakat terhadap bahaya penggunaan zat berbahaya seperti pewarna tekstil untuk makanan dan formalin semakin meningkat.
Terkait kue Lebaran, Riyanto menegaskan bahwa produk yang telah memiliki izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) pada prinsipnya telah memenuhi standar keamanan pangan. Namun, produk yang belum memiliki izin resmi akan menjadi perhatian khusus dalam pengawasan tahun ini.
“Yang belum memiliki izin itu yang menjadi perhatian kami. Nantinya akan kita bina agar mendapatkan izin, sehingga produk yang beredar benar-benar aman untuk masyarakat,” pungkasnya.
Penguatan pengawasan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memilih dan mengonsumsi produk pangan selama Ramadan dan Idulfitri. [*]