Dialeksis - Akurat, Tajam, dan Strategis
Klinik Kita
Beranda / Gaya Hidup / Tiga Syarat Agar Tidur Anda Berkualitas

Tiga Syarat Agar Tidur Anda Berkualitas

Kamis, 15 Maret 2018 08:07 WIB

Ilustrasi Insomnia. (Shutterstock)

DIALEKSIS.COM | Seorang konsultan kesehatan Edward Yong, menyebutkan bahwa insomnia membawa dampak serius pada kesehatan fisik.

Beberapa dampaknya adalah peningkatan nafsu makan yang menyebabkan obesitas dan diabetes, jantung koroner, hipertensi, gangguan sistem kekebalan tubuh dan banyak lagi. Hipertensi dilaporkan menjadi salah satu penyakit dengan pengobatan serius.

Mengingat potensi pada dampak negatif insomnia, Edward menyarankan tiga elemen kualitas tidur yang baik terdiri dari :

1. Durasi: panjang tidur harus cukup bagi seseorang untuk beristirahat dan bangun pada keesokan harinya.

2. Kontinuitas: waktu tidur tidak terhenti.

3. Kedalaman: tidur harus cukup dalam atau lelap sehingga seseorang merasa segar saat terjaga

Tidur yang nyenyak merupakan salah satu dari tiga pilar kesehatan yang utama, bersamaan dengan diet yang seimbang dan olahraga teratur.

Melalui edukasi secara aktif dan berbagi tentang pentingnya kualitas hidup, Amlife berharap dapat memberikan konstribusi pada kualitas hidup masyarakat yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja dan kehidupan sosial mereka.

Perusahaan spesialis franchise internasional untuk pemasaran peralatan rumah tangga dan penyediaan layanan pendidikan dan kesehatan, Amlife, akan terus melakukan aktivitas dalam mempromosikan kualitas tidur di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di Indonesia.

Perwakilan kantor Indonesia akan secara aktif membantu masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik melalui tidur nyenyak menggunakan terapi potensial elektrik.

Sebelumnya, Penelitian terbaru dalam Journal Sleep melaporkan “wabah sulit tidur” yang mendunia mempengaruhi sekitar 150 juta orang di seluruh wilayah dunia yang sedang berkembang.

Tingkat masalah tidur di Asia mencapai tingkatan yang terlihat di negara-negara berkembang dan berhubungan terhadap peningkatan gangguan seperti depresi dan kegelisahan, sementara itu penelitian-penelitian lain menyebutkan prevalensi insomnia di Indonesia dilaporkan sebanyak 10 persen dari jumlah populasi atau sekitar 28 juta orang. (Tempo)

Editor :
Sammy

IKLAN SYAMSUL RIZAL ACADEMIC LEADER 2018
Komentar Anda