Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Gaya Hidup / Lukisan “Kuda Api” Karya SBY Terjual Rp6,5 Miliar pada Lelang Imlek Partai Demokrat

Lukisan “Kuda Api” Karya SBY Terjual Rp6,5 Miliar pada Lelang Imlek Partai Demokrat

Jum`at, 20 Februari 2026 08:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Low Tuck Kwong, orang terkaya kedua Indonesia, menebus lukisan “Kuda Api” karya SBY seharga Rp6,5 miliar dalam lelang Imlek Partai Demokrat. Dana hasil lelang mengalir untuk kegiatan sosial dan Museum SBY-Ani di Pacitan. Foto: Kolase/Suara.com


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Lukisan bertema “Kuda Api” karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dilaporkan terjual seharga Rp6,5 miliar dalam lelang pada perayaan Imlek 2577 Kongzili yang digelar Partai Demokrat. Acara tersebut berlangsung di Ballroom Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

Informasi tersimpulkan dari penelusuran redaksi Dialeksis mengenai harga, waktu, lokasi, serta identitas pembeli muncul konsisten di sejumlah media nasional. Pemandu lelang, Ossy Dermawan, mengumumkan angka final saat penutupan lelang. “Rp6,5 miliar … dari Dato Low,” ujarnya sebagaimana dikutip berbagai media.

Sejumlah laporan menyebutkan pemenang lelang adalah perwakilan Dato’ Low Tuck Kwong, pendiri PT Bayan Resources Tbk. Disebutkan pula bahwa penawaran dimulai dari harga pembuka Rp200 juta hingga mencapai Rp6,5 miliar.

Pada malam 18 Februari 2026, sejumlah media arus utama memuat pemberitaan mengenai lelang tersebut disertai foto karya dan suasana acara. detikNews melaporkan lukisan “Kuda Api” terjual Rp6,5 miliar di Djakarta Theatre dan menyebut adanya penyerahan simbolis kepada perwakilan pembeli. Sementara Liputan6 menayangkan foto lelang di “The Ballroom Djakarta Teater” serta menyebutkan hasil penjualan akan disalurkan untuk membantu masyarakat prasejahtera, khususnya warga keturunan Tionghoa.

Pada 18 - 19 Februari 2026, Okezone mengulas identitas karya, termasuk ukuran lukisan 130 x 80 sentimeter dan konteks pembuatannya yang disebut khusus untuk momentum Imlek 2577 Kongzili. Selanjutnya, pada 20 Februari 2026, Fajar merangkum peristiwa tersebut dan memuat pernyataan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyebut hasil lelang akan digunakan untuk membantu masyarakat prasejahtera di berbagai daerah, dari Aceh hingga Papua.

Berdasarkan informasi yang berulang di sejumlah media, judul karya tersebut paling sering ditulis “Kuat dan Energik Laksana Kuda Api”, meski sebagian media menyingkatnya menjadi “Kuat dan Laksana Kuda Api”. Lukisan berukuran 130 x 80 sentimeter itu dikerjakan di atas kanvas, sementara jenis medium cat tidak dijelaskan secara rinci dalam laporan yang tersedia.

SBY juga menjelaskan simbolisme dalam lukisan tersebut. Ia menyebut Kuda Api melambangkan energi dan tekad, namun tetap ditempatkan dalam suasana damai. “Biru … melambangkan peace,” kata SBY sebagaimana dikutip media.

Harga jual yang diberitakan secara konsisten adalah Rp6,5 miliar. Pembeli disebut sebagai Dato’ Low Tuck Kwong atau melalui perwakilan/keluarganya. Penjualan berlangsung pada Rabu, 18 Februari 2026, di Ballroom Djakarta Theatre, Jakarta Pusat.

Meski sejumlah fakta utama terverifikasi melalui berbagai sumber media, aspek akuntabilitas pendanaan masih menyisakan pertanyaan. Bukti transaksi formal seperti nota, kwitansi, atau sertifikat kepemilikan, serta mekanisme penyaluran dana hasil lelang, belum tampak dipublikasikan secara rinci.

Lelang tersebut digelar dalam acara partai politik. Berdasarkan Undang-Undang Partai Politik (UU Nomor 2 Tahun 2008 yang telah diubah menjadi UU Nomor 2 Tahun 2011), sumbangan dari perseorangan bukan anggota partai dibatasi maksimal Rp1 miliar per orang per tahun anggaran, sementara sumbangan dari perusahaan atau badan usaha dibatasi maksimal Rp7,5 miliar per perusahaan per tahun anggaran.

Apabila pembayaran Rp6,5 miliar itu diperlakukan sebagai sumbangan politik bukan donasi sosial langsung maka klasifikasi pemberi (perorangan atau badan usaha) serta mekanisme pencatatannya menjadi krusial untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi. Hingga tahap penelusuran ini, belum terdapat penjelasan rinci di sumber-sumber media mengenai apakah dana masuk ke kas partai, langsung disalurkan ke lembaga sosial, atau melalui pihak ketiga.

Lelang ini bukan kali pertama karya SBY dilepas untuk tujuan kemanusiaan. Pada Desember 2025, misalnya, lukisan SBY berjudul “God’s Day” diberitakan terjual Rp311 juta dalam lelang Dewan Kesenian Jakarta untuk bantuan bencana.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI