Minggu, 24 Mei 2026
Beranda / Gaya Hidup / Indonesia Darurat Sampah Makanan, Pemerintah Dorong Gaya Hidup Anti Food Waste

Indonesia Darurat Sampah Makanan, Pemerintah Dorong Gaya Hidup Anti Food Waste

Sabtu, 23 Mei 2026 17:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri
Ilustrasi Anti Food Waste. [Foto: Desain ChatGPT oleh dialeksis.com]

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Perubahan gaya hidup masyarakat menjadi salah satu fokus pemerintah dalam menekan tingginya sisa pangan atau food waste di Indonesia. Mulai dari kebiasaan belanja, pengelolaan bahan makanan di rumah, hingga cara mengonsumsi pangan secara bijak kini didorong menjadi bagian dari budaya baru masyarakat perkotaan.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menilai perubahan perilaku konsumsi menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi timbulan sampah makanan yang terus meningkat.

Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis mengatakan edukasi dan peningkatan kesadaran publik menjadi strategi utama agar masyarakat lebih bertanggung jawab dalam memanfaatkan pangan.

“Salah satu strategi pemerintah dalam upaya penyelamatan pangan dilakukan melalui sosialisasi, edukasi, dan peningkatan kapasitas masyarakat agar tumbuh pola konsumsi yang lebih bijak,” ujar Nita dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (23/5/2026).

Menurut dia, langkah sederhana seperti merencanakan belanja, mengolah bahan makanan secara optimal, hingga memanfaatkan kembali pangan yang masih layak konsumsi dapat memberikan dampak besar bila dilakukan secara kolektif.

Sementara itu, Food System Specialist Food and Agriculture Organization (FAO) Indonesia, Yusmanetti Sari mengatakan pengurangan food waste tidak hanya berhenti pada konsumsi, tetapi juga pemanfaatan kembali sisa makanan agar memiliki nilai ekonomi.

Menurut dia, konsep circular loop yang dikembangkan FAO memungkinkan sisa makanan diolah menjadi produk lain seperti biogas dan maggot.

Di sisi lain, Direktur Program Development IBCSD, Aloysius Wiratmo, berharap gerakan pengurangan sisa pangan dapat berkembang menjadi kebiasaan baru masyarakat Indonesia.

Melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat, pengurangan food waste diharapkan tidak lagi sekadar kampanye sesaat, melainkan berubah menjadi gaya hidup sehari-hari. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI