Logo Dialeksis - Masker
Beranda / Feature / Soal Penanganan Stunting Aceh Tengah Terbaik di Aceh

Soal Penanganan Stunting Aceh Tengah Terbaik di Aceh

Rabu, 18 November 2020 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +


Negeri berhawa sejuk, tempat tumbuhnya kopi terbaik dunia pada tahun ini dinobatkan sebagai kabupaten paling inovatif dalam upaya penurunan stunting.

Gayo Lut yang berada di sentral Aceh ini mendapatkan dua penghargaan untuk level propinsi tahun 2019-2020 dalam penanganan kekurangan gizi pada anak dalam waktu yang lama. Dua penghargaan sekaligus diterima Aceh Tengah.

Penurunan angka stunting kabupaten ini merupakan kabupaten paling inovatif, selain mendapat penghargaan sebagai kabupaten terinovatif di Aceh, Gayo Lut mendapatkan penobatan sebagai tim terbaik dalam melakukan kinerja penangangan stunting.

Dua penghargaan itu dibawa pulang ke Gayo, setelah Ketua TP PKK Aceh, Dr. Dyah Erti Idawati, MT menyerahkan penghargaan dalam rapat khusus koordinasi stunting yang diselenggarakan di Hotel Kyriad Banda Aceh, Jum’at (13/11/2020).

Dyah Erti Idawati yang juga merupakan istri Gubernur Aceh, meminta Aceh Tengah untuk terus meningkatkan inovatif dalam penanganan stunting, serta tetap membangun kekompakan kinerja tim agar penanganan stunting ke depanya semakin lebih baik, walau sekarang kinerja tim sudah bagus.

Ketua PKK Aceh ini juga berpesan kepada kabupaten lainya untuk terus berinovatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya soal stunting. Agar tidak ada lagi anak anak di Aceh yang mengalami gizi buruk berkepanjangan.

Aceh Tengah mendapatkan penghargaan terbaik karena sudah dinilai, bahwa kabupaten ini menunjukan grafik penurunan angka prevalensi stunting. Pemerintah daerah secara masif menginstruksikan kepada instansi terkait untuk melakukan gerakan terencana dengan target implementasi perihal penurunan angka stunting.

Dua penghargaan itu diterima langsung oleh ketua Bappeda Aceh Tengah, Amir Hamzah, mewakili Pemda Aceh Tengah.

Shabela Abubakar, Bupati Aceh Tengah, menjawab Dialeksis.com, Rabu (18/11/2020) pagi, ketika ditanya soal stunting menyebutkan, keberhasilan itu mampu diraih karena kerja keras tim dalam membangun kekompakan. Mampu melaksanakan tugas dengan baik. Serta kesadaran masyarakat yang semakin tinggi soal stunting.

 “Untuk bisa meraih penghargaan ini tentu bukanlah hal yang mudah. Membutuhkan kerja keras dan kerja sama, diperlukan kekompakan dalam menjalankan aksi konvergensi intervensi penurunan stunting di daerah ini,” sebut Shabela Abubakar.

Menurut Shabela, penghargaan yang diterima Kabupaten Aceh Tengah ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa dan harus dijadikan sebagai motivasi untuk terus meningkatkan upaya penurunan stunting, jelasnya.

Sementara itu Puan Ratna, ketua PKK Aceh Tengah saat ditanya Dialeksis.com, dia mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang sudah benar benar serius dalam bekerja, sehingga negeri ini mendapat penghargaan terbaik.

“Ini adalah kerja keras semua pihak, kerja keras rakyat Aceh Tengah. Tanpa kerja keras semua pihak penghargaan ini tidak akan mampu diraih,” sebut Puan.

Kinerja SKPK terkait serta kerja keras semua pihak, sehingga Aceh Tengah mendapat penilaian tidak mampu diukur dengan materi, ini adalah bentuk pengabdian yang tulus. Kirinya ke depan akan semakin baik, demikian ketua PKK berharap.

Menurut Shabela, dengan adanya penghargaan terbaik ini menjadi salah satu indikator untuk mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat, karena Pemkab Aceh Tengah dinilai sudah baik dalam menjalankan program prioritas nasional.

Walau Aceh Tengah sudah dinobatkan sebagai kabupaten terbaik di Aceh, namun bukan berarti bahwa Kabupaten Aceh Tengah telah bebas dari angka stunting. Untuk itu, kinerja keras dan tetap komitmen dalam penurunan angka stunting harus terus dilakukan oleh seluruh komponen pemerintah dan elemen masyarakat, pinta Shabela.

Aceh Tengah sudah dinobatkan menjadi kabupaten yang layak dapat penghargaan dalam penangangan stunting. Namun bukan berarti kabupaten ini sudah bebas dari stunting. Penghargaan ini diberikan karena kinerja apartur pemerintahnya yang baik, serta mendapat dukungan dari masyarakat.

Bila Aceh Tengah mampu menunjukan kinerja apartur pemerintah yang baik dalam penangangan stunting, serta didukung oleh masyarakat, kabupaten lainya di Aceh juga mampu melakukan hal yang sama, semoga stunting di bumi Aceh semakin berkurang. Amin. ( Bahtiar Gayo)

Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda