Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Feature / Haili Yoga dan Bacaan Pedoman Hidup

Haili Yoga dan Bacaan Pedoman Hidup

Sabtu, 04 April 2026 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Bahtiar Gayo
Membudayakan bacaan Al-Qur'an selagi masih diberi kesempatan hidup. [Foto: Dok Humas Pemkab Aceh Tengah]

DIALEKSIS.COM | Feature- Sebagai pemimpin dia “memaksa” stafnya, para kepala dinas, camat untuk shalat berjamaah, minimal sepekan sekali dalam subuh berkah. Ada absen berjalan, karena biasanya usai shalat ada rapat kecil.

Saat bulan Ramadhan, dia mewajibkan ASN untuk membaca Al- Qur;an. Ada laporan resmi tentang perkembangan membaca Al-Qur;an, para ASN, termasuk aparatur kampung menyampaikan laporan tentang perkembangan bacaanya.

Apakah Anda ingat bagaimana sejarah Iran yang kini berperang dengan Israil dan Amerika? Apa hubunganya membaca Al-Qur,an di Bumi Gayo dengan peperangan Iran- Israil? Kita ikuti saja kisahnya.

Berapa lama Iran satu keyakinan dengan mayoritas kaum muslimin di seluruh penjuru bumi dengan bendera Sunny. Sangat panjang, sejak rakyat Parsia masuk Islam, mereka sudah mengikuti ajaran Islam (Sunny) yang dikembangkan oleh Khulafaur Rasyidin.

Mencapai 900 tahun rakyat Iran dalam satu benderea Islam Sunni. Kemudian pada tahun 1501 Dinasti Safawi dibawah komando Sah Ismail yang didukung kekuatan parlemen dan 12 tokoh agama di Iran, mengubah lanskap agama dari Sunni ke Syiah.

Syiah semakin kuat, setelah negeri Persia itu mengadakan revolusi Islam pada tahun 1979. Sampai kini Iran tetap dengan keyakinanya sebagai Syiah, bukan lagi Sunny walau sebelumnya telah 900 tahun Sunni mandarah daging.

Kita tidak mempersoalkan bagaimana aliran Sunny dan Syiah. Dimana Sunny merujuk pada enam kitab hadis utama (Kutubus Sittah) dari sahabat Nabi. Sementara Syiah, lebih berpegang pada hadis yang diriwayatkan melalui jalur Ahlulbait (keluarga Nabi).

Dalam praktik ibadah, Sunni, shalat lima waktu pada waktunya masing-masing, tidak menggunakan turbah (tanah karbala) saat sujud. Sementara Syiah, sering menggabungkan shalat (Jamak: Zuhur-Asar, Magrib-Isya). Menggunakan turbah (tanah/sajadah khusus) saat sujud dan menambahkan kalimat "Hayya 'ala khairil 'amal" dalam azan.

Lantas apa hubunganya anjuran membaca Al-Qur;an di Gayo dengan Sunni dan Syiah? Ketika seorang pemimpin, punya kekuatan dan kekuatanya didukung banyak pihak, dia akan mampu mengubah tradisi di negerinya.

Sah Ismail yang berumur 14 tahun sudah menjadi panglima perang, akhirnya menguasai Persia. Saat memegang tampuk kekuasaan di Persia dia bukan hanya menggempur Ottaman yang beraliran Sunni. Namun Ismail mampu mengubah aliran sunni di Iran yang sudah berumur 900 tahun beralih kepada Syiah.

Haili Yoga juga ingin membudayakan rakyatnya untuk membaca Al-Qur;an. Mengajak untuk shalat berjamaah di masjid dan membudayakan hidup bersih. Minimal dia sudah mengerakan ASN dan aparatur kampung untuk mengikuti aturan yang dibuatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk shalat berjamah misalnya, seperti yang sering Dialeksis.com ikuti, bersama jamaah masjid Agung Ruhama, Haili menyebutnya dengan Ahad berkah. Artinya dalam sepekan ada keberkahan untuk mereka yang kurang mampu, ditimpa musibah, mendapat bantuan dari jamaah Masjing Agung Ruhama.

Haili mewajibkan para kepala dinas, kabag dan camat untuk ikut shalat subuh berjamaah yang lokasinya berpindah-pindah. Usai shalat berjamaah, sebelum menyerahkan bantuan jamaah masjid untuk masyarakat yang membutuhkan, biasanya Haili mengadakan rapat kecil.

Ada persoalan yang krusial dibahas usai shalat subuh. Ada absen yang berjalan saat rapat, ada persoalan yang harus diselesaikan dinas, atau camat. Tidak ubahnya seperti rapat biasa, namun ini bedanya singkat dan usai shalat subuh.

Saat shalat subuh dihari biasa (bukan Ahad berkah), Haili juga sering mempergunakan waktu usai shalat subuhnya untuk melayani masyarakat yang menyampaikan berbagai persoalan di Aula masjid Agung Ruhama.

Mereka yang sudah terbiasa “bertemu” bupati usai shalat subuh, memanfaatkan momen itu menyampaikan keinginanya. Bukan lagi pemandangan baru, bila usai shalat subuh, masyarakat dan aparatur pemerintah berkumpul dengan bupati.

Soal membaca Al-Qur’an, tahun ini Bupati Haili Yoga mengeluarkan Pergub. Agar masyarakat, para ASN, termasuk aparatur kampung untuk membudayakan membaca Al-Qur’an. Laporanya resmi tentang perkembangan bacaan.

Sebenarnya tanpa Pergub, seorang Muslim berkewajiban membaca kitab sucinya, mengetahui maknanya dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari, karena itu merupakan pedoman hidup.

Untuk mbudayakan bacaan Al-Qur;an Haili juga mengingatkan wakilnya Muhcsin Hasan yang merupakan alumni pesantren untuk menjadi contoh, membudayakan bacaan Al-Qur’an.

Bagi mereka yang khatam Al-Qur;an usai Ramadhan, khususnya ASN dan aparatur kampung, mendapat undangan khusus dalam acara halalbihalal untuk menerima piagam penghargaan membaca Al-Qur’an dari Pemerintah Daerah.

Sebagai pemimpin Haili sudah menggunakan kekuatanya untuk mengajak shalat berjamaah dan membudayakan bacaan Al-Qur’an. Mengajak ummat untuk membuka lembaran kitab suci, tidak membiarkan selamanya tersimpan di lemari, berdebu dan jarang dibaca.

Sah Ismail pendiri dinasti Safawi di Iran dengan segala daya upayanya dan mengerahkan kekuatan untuk menganti sunni ke Syiah. Dia mengukir sejarah, terbukti kekuatan pemimpin mampu mengubah tradisi dan pola pikir masyarakat walau sudah 900 tahun mandarah daging dengan Sunni, akhirnya menjadi syiah.

Di Gayo mayoritas penduduknya Muslim dan tetap menganut Sunni, Al-Qur’an adalah pedoman hidup. Sangat rugi sebagai seorang muslim, bila pedoman hidupnya sangat jarang dibaca hanya tersimpan di lemari buku.

Bupati menghimbau rakyatnya untuk membaca pedoman hidupnya. Bila sudah terbiasa membacanya, dia juga akan memahami makna yang terkandung di dalamnya.

Makna dalam lembaran lembaran tafsir Al-Qur’an akan melekat dalam memori bila sering membacanya. Bukan hanya sebagai petunjuk, pembeda yang benar dan bathil, penawar hati, sumber hukum sebagai pedoman hidup. Firman Allah ini akan semakin indah bila mampu diaplikasikan di alam nyata. [Bg]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI