Logo Dialeksis - Masker
Beranda / Feature / Bintang Legiun LVRI Disematkan Untuk Shabela

Bintang Legiun LVRI Disematkan Untuk Shabela

Selasa, 17 November 2020 20:30 WIB

Font: Ukuran: - +


Shabela Abubakar mencatat sejarah, dia merupakan satu satu pejabat di bumi Aceh yang mendapatkan bintang legiun. Dia dianugerahi bintang kehormatan dari legiun veteran Republik Indonesia (LVRI), karena jasa dan perhatianya terhadap para veteran di tanah Gayo.

Mengapa Bupati Aceh Tengah ini mendapat bintang legiun dari LVRI? Pihak LVRI menilai, Shabela yang menjabat sebagai bupati adalah orang peduli kepada veteran, dia bukan hanya mendukung berbagai kegiatan veteran, namun terlibat aktif dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi pejuang ini.

Rasa peduli kepada orang tua, memperhatikan berbagai kegiatan veteran di Aceh Tengah, senantiasa mendukungnya, serta menghargai pejuang yang sudah menegakan NKRI ini, membuat pihak veteran memberikan penghargaan.

“Kami mengusulnya ke Mabes LVRI di Jakarta. Bintang LVRI tidak mudah diberikan kepada seseorang. Namun markas besar LVRI dalam sebuah keputusanya, memberikan bintang legiun veteran kepada Shabela Bupati Aceh Tengah,” sebut Kolonel (Purn) HM. Jafar Karim Ketua DPD LVRI Aceh, ketika menyerahkan bintang veteran kepada bupati Aceh Tengah, pada saat perayaan hari pahlawan, 10 November 2020.

Markas besar LVRI, jelas Jafar Karim, melalui Surat Keputusan Markas Besar Legiun Veteran Republik Indonesia Nomor : SKEP-21/MBLV/XI/07/2020 tanggal 30 Juli 2020, menganugerahkan bintang legiun veteran kepada Shabela Abubakar.

Namun Jafar Karim tidak merincikan secara detail apa saja yang sudah dilakukan shabela, sehingga Bupati Aceh Tengah mendapatkan penghargaan bintang kehormatan legiun veteran RI.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian, kerja sama, bantuan serta sikap Bupatu Aceh Tengah dalam memperhatikan para pejuang yang tergabung dalam veteran,” sebut Kolonel (Purn) HM. Jafar Ketua DPD LVRI Aceh.

Shabela sendiri ketika ditanya Dialeksis.com, Selasa (17/11/2020) mengakui terkejut atas penghargaan ini. “Awalnya sempat saya berpikir kenapa dapat penghargaan,” sebut Shabela.

Selama ini, sebut Shabela, dia mendengar keluh kesah para orang tua pendiri republic ini. Para veteran di Gayo Lut organisasinya diperhatikan, fasilitas kantornya juga turut dibantu. Ada kegiatan para legiun ini didukung. Mereka dihargai.

“Mereka adalah orang tua kita yang sudah berjasa, makanya saya menaruh perhatian kepada para veteran. Namun saya terkejut ketika mendapat kabar dianugerahi bintang legiun,” sebut Shabela.

Sudah menjadi kewajiban, sebut Shabela, pemerintah memperhatikan bagaimana keadaan veteran. Mereka sesepuh pendiri negeri ini, mereka sudah tua dan harus kita hormati, jelasnya.

“Saya terharu ketika mendapatkan kabar akan diberikan bintang legiun. Alhamdulilah saya mendapatkan penghargaan tertinggi dari LVRI, walau tidak saya duga sama sekali. Saya atas nama pribadi, masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada LVRI," ungkap Shabela.

Menurut Shabela, penghargaan itu tidak hanya menjadi suatu kebanggaan, tapi amanah para pejuang yang sudah menjadi bagian dari kemerdekaan bangsa ini.

“Para pejuang memberikan bintang legiun ini, karena mereka mengamnahkan kepada kita untuk melanjutkan perjuanganya, mengisi pembangunan negeri ini agar semakin baik. Kita akan tetap mengikutsertakan veteran dalam kebijakan pembangunan di daerah ini,” sebutnya.

Tidak mudah mendapatkan penghargaan ini, namun Shabela mendapatkanya. Walau dia mengaku terkejut, tidak menduga akan mendapatkanya, pihak LVRI sudah menyematkan sebuah penghargaan yang tingginya untuknya. (Bahtiar Gayo)


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda