Logo Dialeksis - Masker
Beranda / Feature / Setahun Menjabat, Aroma Kopi Menyertai Derap Kaki Hendra Budian

Setahun Menjabat, Aroma Kopi Menyertai Derap Kaki Hendra Budian

Rabu, 07 Oktober 2020 12:30 WIB

Font: Ukuran: - +


Di pundaknya diberikan amanah untuk masyarakat wilayah tengah Aceh. Dia dipilih sebagai utusan rakyat, karena ada harapan dan misi rakyat yang harus diselesaikanya. Sudah setahun berlalu, namun beban di pundaknya masih terasa berat.

Bagi masyarakat wilayah tengah Aceh (Bener Meriah- Aceh Tengah), nama Hendra Budian tidak asing lagi, karena mereka sudah memilihnya sebagai anggota DPRA.  Tuah tubuh Hendra juga baik,  bukan hanya menjadi anggota dewan, namun dipercayakan sebagai pimpinan di DPRA.

Hendra menjabat sebagai wakil ketua DPRA membawa nama pohon beringin. Ahir-ahir ini namanya kembali menjadi perbincangan, terutama untuk masyarakat wilayah pemilihanya. Hendra mampu mendengarkan suara hati rakyat di sana yang sedang memperjuangkan pemekaran provinsi Aceh.

Keinginan masyarakat yang semakin mengental dan menggurita itu dijawab Hendra dengan terlibat langsung bersama perjuangan pemekaran Provinis Aceh Leuser Antara (ALA). Hendra diminta menentukan sikap dalam perjuangan pemekaran. Rakyat memintanya.

Sebagai utusan dan orang kepercayaan rakyat di daerah pemilihanya, Hendra menjawab tantangan rakyat itu dengan sikap pengabdian. Dia sudah menyiapkan dirinya untuk mengabdikan diri sebagai wakil rakyat, tentu apa yang diinginkan rakyatnya harus diperjuangkanya.

Hendra Budian, menjawab Dialeksis.com, mengakui sebagai wakil rakyat, dirinya tidak mungkin melawan aspirasi rakyat. Sejauh itu tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, dia harus memastikan program itu terlaksana. Termasuk saat mendukung rencana pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara.

“Sebagai masyarakat yang hidup di alam demokrasi, seluruh elemen di Aceh harus belajar menghormati pendapat orang lain. Sejauh itu tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, saya harus memastikan program itu terlaksana. Termasuk saat mendukung rencana pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara,” sebut Hendra.

Mengapa gagasan pembentukan Provinsi ALA ini tidak pernah padam? Berarti di daerah-daerah itu ada masalah yang tidak tuntas ditangani, sebut Hendra.

“Sebagai kader partai, saya tidak boleh mengedepankan kepentingan pribadi atau golongan, tapi saya harus membela dan menjaga keberadaan partai di tengah masyarakat pemilih,” sebut mantan aktifis yang menjadikan pohon beringin tempat sandaranya.

Hendra mengakui, jabatan adalah amanah. Sebagai orang partai dia berupaya menjaga diri dan sikap untuk tidak menjatuhkan marwah Partai di mata pemilih.

Dia ingin membuktikan bahwa Partai Golkar adalah saluran aspirasi terbaik pada Pemilu 2019 yang lalu, rakyat wilayah tengah telah mempercayakan amanah itu kepadanya, akan diperjuangkanya dengan segenap daya.

Kini Hendara, sudah setahun menjabat sebagai Wakil Ketua DPRA. Dia mengakui masih banyak PR yang belum mampu diselesaikan, terutama untuk meningkatkan pembangunan di daerah pemilihannya. Aceh Tengah- Bener Meriah.

Sebagai manusia yang diberikan amanah, Hendra mengakui dia harus bekerja lebih keras lagi membuka akses kebijakan pembangunan yang dibutuhkan oleh masyarakat di daerah pemilihanya.

“Saya sadar, ini bukanlah pekerjaan ringan, tapi saya tidak memiliki banyak pilihan, maka dari itu saya harus berjuang maksimal untuk mewujudkan itu,” sebut Hendra.

Seriuskah Hendra dengan tekad dan janjinya. Sebagian sudah mampu dipenuhinya dalam memperjuangkan keinginan masyarakat pemilihnya. Bahkan ketika dia diminta untuk menyampaikan pendapatnya tentang perjuangan ALA, dengan tegas Hendra menyebutkan dia tidak akan lari dari amanah yang diletakan di pundaknya.

Sikap Hendra bukan hanya menyentak pihak yang selama ini menantang perjuangan ALA. Namun sikap lelaki berkumis tebal ini semakin menambah semangat mereka yang memperjuangkan dan mendukung pemekaran.

Bahkan muncul wacana, Hendra akan dinobatkan sebagai ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3 ALA) untuk provinsi Aceh. Saat ini disetiap kabupaten di daerah yang menggaungkan ALA ini sudah melakukan pembaharuan pengurus KP3 ALA kabupaten. Untul level provinsi, nama Hendra disebut-sebut.

Istiqamahkah Hendra Budian dalam “menggengam” amanah yang dititipkan kepadanya? Rakyat di negeri atas awan dalam hamparan kopi sangat mengharapkan Hendra menunjukan sikapnya. Tidak dilarikan arus, walau terombang-ambing, namun tetap mengayuh bahtera menuju pulau harapan. (Bahtiar Gayo)


Editor :
Redaksi

riset-JSI
Komentar Anda