Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Tabungan Emas Pegadaian di Aceh Tembus 985 Kilogram per Februari 2026

Tabungan Emas Pegadaian di Aceh Tembus 985 Kilogram per Februari 2026

Minggu, 08 Februari 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Pemimpin Wilayah I PT Pegadaian Sumut–Aceh, Yohanis Wulang, dalam pemaparan kinerja dan pengembangan layanan emas Pegadaian Area Aceh. Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - PT Pegadaian kian memberikan posisinya sebagai lembaga pembiayaan berbasis gadai dan Bank Emas yang menghubungkan seluruh rantai ekosistem emas dari hulu hingga hilir. 

Pemimpin Wilayah I PT Pegadaian Sumut“Aceh, Yohanis Wulang, dalam pemaparan kinerja dan pengembangan layanan emas Pegadaian Area Aceh mengatakan hingga 6 Februari 2026, Pegadaian Area Aceh mencatat saldo Tabungan Emas mencapai 985 kilogram dengan 291.899 nasabah. 

Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat Aceh terhadap instrumen investasi berbasis emas. Sementara untuk produk Cicil Emas, tercatat 162 kilogram gramasi emas Galeri 24 dan 4 kilogram gramasi emas Antam

Menurut Yohanis, transformasi Pegadaian sebagai bank emas bertujuan memperluas akses investasi emas bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem industri emas nasional.

“Pegadaian hadir sebagai penghubung antara pelaku di hulu seperti penambang dan produsen, dengan masyarakat sebagai konsumen dan investor emas. Ini bagian dari upaya hilirisasi emas agar tidak hanya jadi bahan mentah, tapi bisa diproduksi dan dimanfaatkan di dalam negeri,” ujar Yohanis kepada awak media di Banda Aceh, Sabtu malam, 7 Februari 2026.

Ia menambahkan, penguatan ekosistem emas juga berdampak pada peningkatan konsumsi emas per kapita masyarakat Indonesia, sekaligus memperluas inklusi keuangan berbasis aset riil.

Sebagai bank emas, Pegadaian menyediakan berbagai layanan mulai dari Tabungan Emas, Cicil Emas, hingga pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor emas seperti pengrajin, manufaktur, dan toko emas.

“Masyarakat sekarang bisa mulai investasi emas dengan nominal kecil lewat Tabungan Emas. Aman, tercatat, dan bisa dicetak fisiknya kapan saja,” jelas Yohanis.

Menurut Yohanis, tren ini menunjukkan bahwa emas masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk menjaga nilai aset di tengah dinamika ekonomi.

Tak hanya melayani investor ritel, Pegadaian juga membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha dalam rantai pasok emas.

“Kami ingin ekosistem emas bergerak dari hulu ke hilir. Penambang, pengrajin, pedagang emas, semua bisa mengakses pembiayaan lewat Pegadaian. Ini yang kami sebut peran sebagai bank emas,” tegasnya.

Langkah ini juga sejalan dengan program hilirisasi nasional, di mana bahan baku emas diharapkan dapat diproses dan dimanfaatkan di dalam negeri, menciptakan nilai tambah ekonomi.

Dari sisi bisnis, kinerja Pegadaian Area Aceh juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Saat ini Pegadaian Area Aceh didukung oleh 9 kantor cabang, 53 kantor unit dan 5 Sentra Usaha Pegadaian (SUPK).

Total outstanding loan tercatat mencapai Rp1,498 triliun dengan pertumbuhan tahunan (YoY) 15,96 persen. Jumlah nasabah aktif mencapai 118.600 orang, tumbuh 39,68 persen dibanding tahun sebelumnya.

Mayoritas nasabah masih berasal dari layanan gadai, namun produk non-gadai terus berkembang, termasuk Tabungan Emas: 291.899 nasabah, Cicil Emas: 11.632 nasabah dan Outstanding loan Cicil Emas: Rp153 miliar (tumbuh 38,66 persen).

“Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat Aceh terhadap Pegadaian semakin kuat, tidak hanya untuk kebutuhan dana cepat, tapi juga untuk perencanaan keuangan jangka panjang,” kata Yohanis.

Selain layanan emas, Pegadaian Area Aceh juga menghadirkan berbagai produk keuangan lain seperti pembiayaan mikro, kredit kendaraan, pembiayaan haji dan umrah, layanan pembayaran dan remitansi, hingga layanan digital lending.

“Kami ingin Pegadaian menjadi solusi keuangan yang lengkap, mudah diakses, dan tetap aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Menutup pemaparannya, Yohanis menegaskan visi besar Pegadaian sebagai “The Leader in the Gold Ecosystem & Accelerator of Financial Inclusion for Sustainable Future.”

“Misi kami menghadirkan manfaat optimal bagi masyarakat, memperluas akses layanan bagi UMKM, dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Dengan ekosistem emas yang kuat, kami yakin Pegadaian bisa berkontribusi besar bagi perekonomian, termasuk di Aceh,” tutup Yohanis Wulang.

Acara Ngopi Bareng Jurnalis turut dihadiri jajaran manajemen internal PT Pegadaian, yakni Pemimpin Wilayah I Pegadaian Sumut“NAD Yohanis Wulang, Deputy Operasional Basuki Tri Handayani, Deputy Bisnis Area Banda Aceh Joko Prasetyo, Kepala Departemen Non Gadai dan Gadai Area Banda Aceh, pimpinan cabang syariah Banda Aceh dan Keutapang, serta Kabag Humas dan Protokoler Pegadaian Sumut“NAD.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI