Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Sepanjang 2025, Penyerapan Gabah Bulog Aceh Tembus 195 Juta Kilogram

Sepanjang 2025, Penyerapan Gabah Bulog Aceh Tembus 195 Juta Kilogram

Rabu, 18 Februari 2026 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Proses panen padi di Desa Gampong Teungoh, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara. [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kinerja penyerapan gabah petani oleh Perum Bulog di wilayah Aceh sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian signifikan. 

Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Aceh, Ihsan, mengungkapkan bahwa total realisasi penyerapan gabah dari petani dari Januari hingga Desember 2025 mencapai 195.457.259 kilogram.

Menurut Ihsan, capaian tersebut tidak hanya menjadi indikator keberhasilan program penyerapan hasil panen petani, tetapi juga menunjukkan meningkatnya sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, serta kelompok tani di berbagai wilayah produksi. 

Penyerapan gabah yang optimal dinilai sangat penting untuk menjaga keseimbangan pasokan beras sekaligus melindungi petani dari perkembangan harga pada musim panen raya.

Secara rinci, kontribusi penyerapan terbesar berasal dari Kantor Cabang Lhokseumawe yang mencatat 77.081.262 kilogram, disusul Kantor Cabang Langsa sebesar 31.792.730 kilogram dan Kantor Cabang Sigli 26.473.097 kilogram. 

Sementara itu, Kantor Cabang Meulaboh menyerap 16.601.759 kilogram, Blang Pidie 3.991.003 kilogram, Kutacane 1.969.655 kilogram, serta Takengon 1.752.317 kilogram. 

Adapun realisasi penyerapan pada tingkat Kanwil Aceh tercatat 35.795.416 kilogram, melengkapi total capaian sepanjang tahun.

Ihsan menjelaskan bahwa strategi penyerapan dilakukan melalui optimalisasi gudang penyimpanan, percepatan pembayaran kepada petani, serta penambahan titik serap di wilayah sentra produksi. 

Pendekatan tersebut dinilai efektif meningkatkan kepercayaan petani untuk menjual gabahnya kepada Bulog, sehingga distribusi stok beras pemerintah dapat terjaga secara berkelanjutan.

Selain mendukung kesejahteraan petani, peningkatan penyerapan gabah juga berperan penting dalam menjaga cadangan beras pemerintah (CBP) di tingkat regional. 

Cadangan tersebut menjadi instrumen utama stabilisasi harga beras, terutama saat terjadi tekanan pasokan akibat perubahan cuaca, gangguan distribusi, maupun peningkatan permintaan pada periode tertentu seperti hari besar keagamaan.

Bulog Aceh menargetkan peningkatan kualitas penyerapan pada tahun-tahun mendatang dengan memperkuat kerja sama bersama pemerintah kabupaten/kota, memperluas jaringan penggilingan padi mitra, serta meningkatkan efisiensi logistik. 

"Kita harapkan ketersediaan beras di Aceh tetap stabil, harga di tingkat konsumen terkendali, dan petani memperoleh kepastian pasar yang berkelanjutan," tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI