DIALEKSIS.COM | Aceh Tengah - Perum Bulog Kantor Cabang Takengon memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah dalam kondisi aman menjelang bulan Ramadan, sekaligus untuk mendukung penanganan pascabencana banjir dan longsor.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Takengon, Eru Purnomo, mengatakan saat ini stok beras yang tersedia di gudang mencapai sekitar 270 ton. Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah hingga 1.000 ton dalam waktu dekat guna memenuhi kebutuhan masyarakat di dua kabupaten tersebut.
“Stok beras akan dipasok secara bertahap dari Bulog Cabang Lhokseumawe dan Sigli,” kata Eru Purnomo kepada Dialeksis, Minggu (25/1/2026).
Menurut Eru, Bulog berkomitmen menjaga ketersediaan pangan agar tetap aman, meskipun wilayah Aceh Tengah sempat dilanda bencana banjir dan longsor. Upaya tersebut dilakukan untuk menghindari kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan beras, terutama menjelang Ramadan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok beras Bulog Insyaallah akan terus ditambah,” ujarnya.
Selain memastikan ketersediaan stok, Bulog Takengon juga telah menyalurkan bantuan beras untuk penanganan bencana. Hingga saat ini, Bulog telah menyalurkan sebanyak 3,416 ton beras untuk masyarakat terdampak di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
“Jumlah tersebut berasal dari pagu bantuan bencana yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebesar 3,618 ton,” jelas Eru.
Ia menambahkan, sisa pagu bantuan beras akan segera disalurkan kepada masyarakat Aceh Tengah sesuai dengan masa tanggap darurat yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah hingga 29 Januari 2026.
“Sekarang akses darat sudah semakin normal. Penyaluran akan terus ditingkatkan hingga kebutuhan masyarakat benar-benar tercukupi, terlebih menjelang Ramadan tahun ini. Jadi masyarakat tidak perlu panik, Bulog memastikan stok beras tetap aman,” pungkasnya.