Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Sambut Ramadhan, Disperindag Aceh dampingi Gubernur Percepat Impor Ternak

Sambut Ramadhan, Disperindag Aceh dampingi Gubernur Percepat Impor Ternak

Senin, 19 Januari 2026 22:06 WIB

Font: Ukuran: - +

Sambut Ramadhan, Disperindag Aceh dampingi Gubernur Percepat Impor Ternak. [Foto: Humas Aceh]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh bergerak cepat memastikan stabilitas pangan menjelang bulan suci Ramadhan 2026. Kepala Disperindag Aceh, T. Adi Darma, ST, mendampingi langsung Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dalam serangkaian pertemuan strategis dengan kementerian terkait di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Agenda utama kunjungan kerja ini adalah melakukan koordinasi tingkat tinggi guna mempercepat proses impor sapi dan kerbau. Langkah ini diambil sebagai strategi proaktif Pemerintah Aceh untuk menjamin ketersediaan stok ternak bagi masyarakat, khususnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging yang biasanya meningkat tajam saat tradisi Meugang dan selama bulan puasa.

Lobi Intensif di Kementerian Terkait

Delegasi Aceh mengawali agenda dengan menemui Asisten Deputi Tata Niaga dan Perdagangan Pangan Luar Negeri Kemenko Pangan, Lorenta P.K. Siahaan, M.B.A. Dalam pertemuan tersebut, dibahas langkah-langkah teknis untuk memangkas hambatan birokrasi agar distribusi ternak impor bisa segera masuk ke wilayah Aceh.

Selanjutnya, Gubernur dan Kadisperindag Aceh menemui Menteri Perdagangan RI, Dr. Budi Santoso, M.Si. Pertemuan ini mempertegas komitmen pusat dalam mendukung ketahanan pangan di daerah, terutama pasca bencana yang sempat mengganggu sektor peternakan lokal di Aceh.

Jamin Stok Aman dan Harga Stabil

Kadisperindag Aceh, T. Adi Darma, ST, menyatakan bahwa pengawalan impor ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi konsumen dan menjaga inflasi daerah.

"Sesuai arahan Bapak Gubernur, Disperindag Aceh akan terus memantau dan memastikan rantai pasok ternak ini berjalan lancar. Kami ingin masyarakat Aceh dapat menyambut bulan suci Ramadhan dengan tenang, tanpa perlu khawatir akan kelangkaan daging atau lonjakan harga yang ekstrem," ujar T. Adi Darma.

Selain untuk kebutuhan Ramadhan, percepatan impor ini juga diprioritaskan untuk pemulihan sektor pangan pasca bencana. Dengan masuknya pasokan ternak baru, diharapkan roda ekonomi di pasar-pasar tradisional Aceh kembali bergairah.

Melalui langkah diplomasi pangan ini, Pemerintah Aceh berharap ketahanan pangan daerah tetap kokoh, sekaligus memberikan kepastian bagi para pedagang ternak dan masyarakat luas di Bumi Serambi Mekkah. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI