Senin, 03 Agustus 2026
Beranda / Ekonomi / Nanas Asal Tarutung Jadi Buruan Warga Banda Aceh, Harga Mulai Rp5 Ribu

Nanas Asal Tarutung Jadi Buruan Warga Banda Aceh, Harga Mulai Rp5 Ribu

Minggu, 02 Agustus 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Warga sedang membeli buah nanas asal Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang dijajakan di Simpang Mesra, Banda Aceh. Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com.


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Buah nanas asal Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, kini semakin mudah ditemukan di Banda Aceh. 

Nanas yang terkenal dengan cita rasa manis, aroma harum, serta tidak menimbulkan rasa gatal di lidah itu ramai dijajakan oleh pedagang di sejumlah titik kota.

Berdasarkan amatan Dialeksis.com, Minggu (2/8/2026), para pedagang menjual Nanas Tarutung di sepanjang Jalan Lamnyong menuju kawasan Darussalam, tepatnya di sekitar Simpang Mesra. Selain itu, buah tersebut juga banyak dijumpai di kawasan Peunayong dan Lamdingin.

Keberadaan nanas Tarutung menarik perhatian masyarakat karena selain kualitasnya yang dikenal baik, harganya juga cukup terjangkau. Satu buah nanas dijual mulai dari Rp5.000 hingga Rp8.000, tergantung ukuran.

Nanas Tarutung merupakan salah satu komoditas unggulan dari Kabupaten Tapanuli Utara. Buah ini berasal dari wilayah Sipahutar yang distribusinya juga mencakup Kecamatan Tarutung, ibu kota Kabupaten Tapanuli Utara. 

Di Sumatera Utara, nanas ini telah lama dikenal karena memiliki daging buah berwarna kuning cerah, aroma yang khas dan wangi, rasa manis segar, serta tidak meninggalkan rasa getir maupun gatal setelah dikonsumsi.

Salah seorang pedagang, Iskandar, mengatakan permintaan nanas Tarutung di Banda Aceh cukup tinggi. Menurutnya, banyak pembeli yang sudah mengenal kualitas buah tersebut sehingga tidak ragu untuk membelinya.

"Alhamdulillah setiap hari ada saja yang membeli. Banyak pelanggan bilang nanas Tarutung rasanya lebih manis, harum, dan tidak membuat lidah gatal. Harganya juga masih terjangkau, mulai Rp5 ribu sampai Rp8 ribu per buah," ujar Iskandar saat ditemui Dialeksis.com.

Ia menambahkan, pembeli berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pegawai, hingga masyarakat umum. Lokasi berjualan yang berada di jalur menuju kawasan kampus juga menjadi salah satu faktor tingginya penjualan.

Sementara itu, Mutia, seorang mahasiswi di salah satu universitas di kawasan Darussalam, mengaku sering membeli nanas Tarutung dan Sipahutar karena rasanya yang segar dan cocok dijadikan camilan.

Menurut Mutia, kehadiran pedagang nanas di sekitar kawasan kampus memudahkan mahasiswa mendapatkan buah segar dengan harga yang ramah di kantong.

"Harganya murah, rasanya juga enak dan manis. Saya suka karena tidak bikin gatal di lidah. Biasanya kalau lewat saya beli satu atau dua buah untuk dimakan di kos," tutupnya. [nh]

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI