Minggu, 02 Agustus 2026
Beranda / Ekonomi / Car Free Day Banda Aceh Jadi Penggerak UMKM, Pedagang Raup Omzet Lumayan

Car Free Day Banda Aceh Jadi Penggerak UMKM, Pedagang Raup Omzet Lumayan

Minggu, 02 Agustus 2026 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : MRZ

Suasana Car Free Day Kota Banda Aceh di Jalan Tgk Daud Beureueh mulai dari Simpang Jambo Tape hingga Simpang Lima, Minggu, 02 Agustus 2026. Foto: dok Dialeksis 


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Car Free Day (CFD) di Kota Banda Aceh tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan menikmati udara yang lebih bersih, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Setiap Minggu pagi, kawasan Jalan Tgk Daud Beureueh, mulai dari Simpang Lima hingga Simpang Jambo Tape, dipadati ribuan warga yang berjalan kaki, berlari, bersepeda, hingga berburu aneka kuliner. Keramaian itu menjadi berkah bagi para pedagang yang berjualan di lokasi.

Salah seorang pelaku UMKM, Wina (24), mengaku mampu meraih keuntungan antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta setiap kali berjualan di CFD.

"Kalau awal bulan seperti sekarang, keuntungan kami bisa mencapai Rp800 ribu sampai Rp1 juta. Tergantung kondisi di lapangan," kata Wina kepada Dialeksis.com, Minggu (2/8/2026).

Bagi pengunjung, CFD tidak hanya dimanfaatkan untuk berolahraga, tetapi juga menjadi kesempatan menikmati beragam kuliner yang dijajakan pelaku UMKM.

Nanda (29), salah seorang pengunjung, mengatakan dirinya rutin membeli makanan setiap menghadiri CFD. Menurut dia, pilihan kuliner yang tersedia sangat beragam, mulai dari makanan khas Aceh hingga menu internasional.

"Sekali datang ke CFD saya bisa menghabiskan sekitar Rp150 ribu. Selain makanannya enak, ini juga menjadi cara membantu UMKM," ujarnya.

Dampak positif CFD juga dirasakan pelaku usaha di sekitar lokasi kegiatan. Pengusaha Warung Kopi Ngops, Budi (30), mengatakan jumlah pelanggan meningkat signifikan setiap pelaksanaan CFD.

"Setelah selesai olahraga atau jalan-jalan, banyak pengunjung mampir ke warung untuk minum kopi atau sarapan. Menu seperti nasi gurih dan lontong sering habis terjual," katanya.

Berdasarkan pengamatan Dialeksis.com, kegiatan Car Free Day yang rutin diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banda Aceh menghadirkan lebih dari 300 pelaku UMKM lokal. Mereka memenuhi koridor Jalan Tgk Daud Beureueh dengan berbagai produk, mulai dari makanan, minuman, hingga aneka jajanan.

Selain menjadi ruang interaksi sosial dan mendorong gaya hidup sehat, CFD juga memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Ribuan warga yang hadir setiap pekan menciptakan perputaran ekonomi yang turut menggerakkan sektor UMKM di Kota Banda Aceh.[]

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI