DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng perbankan untuk memperkuat pembiayaan usaha di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Hingga kini, pemerintah bersama perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) telah memetakan potensi pembiayaan di 14 lokasi KNMP.
Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Machmud mengatakan pemetaan dilakukan untuk melihat kebutuhan pembiayaan sekaligus menyusun model bisnis yang sesuai dengan karakteristik tiap kawasan nelayan.
“Tantangan pembiayaan bukan semata pada ketersediaan dana, tetapi pada kesiapan model usaha yang layak dibiayai di tingkat lapangan,” kata Machmud, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan agar perbankan dapat memahami potensi usaha secara lebih menyeluruh. Dengan begitu, skema pembiayaan yang disiapkan menjadi lebih terukur, bankable, dan tetap sesuai prinsip kehati-hatian perbankan.
KKP juga menargetkan implementasi skema pembiayaan di lokasi KNMP bisa segera berjalan dalam waktu dekat. Machmud menegaskan akses pembiayaan harus dibarengi dengan peningkatan literasi keuangan bagi pelaku usaha perikanan.
“Yang terpenting pembiayaan usaha harus diiringi literasi keuangan, agar pelaku usaha mampu mengakses kredit dan mengelolanya secara sehat dan produktif,” ujarnya.
Sementara itu, hingga Triwulan I 2026, realisasi kredit program sektor kelautan dan perikanan tercatat mencapai Rp2,23 triliun kepada 131.230 debitur. Nilai penyaluran kredit tersebut tumbuh 19,59 persen secara tahunan, sedangkan jumlah debitur naik 59,79 persen.
KKP mencatat penyaluran pembiayaan masih didominasi sektor hulu, terutama penangkapan ikan sebesar 34,88 persen dan budidaya 32,67 persen. Adapun sektor hilir seperti pengolahan hasil perikanan baru mencapai 2,91 persen dan perdagangan hasil perikanan sebesar 22,13 persen.
Karena itu, KNMP didorong menjadi pusat pengembangan usaha perikanan terintegrasi dari produksi, pengolahan hingga pemasaran dengan dukungan Koperasi Desa Merah Putih sebagai agregator usaha. [in]