DIALEKSIS.COM | Jantho - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan data nasional, sektor UMKM memberikan kontribusi luar biasa dengan menyumbang sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap hingga 97% dari total tenaga kerja di tanah air.
Di Aceh, potensi besar ini kini mendapatkan angin segar melalui pergerakan yang diinisiasi oleh Yayasan Amanah (Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat).
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Amanah, Syaifullah Muhammad, di sela-sela kemeriahan acara Gebyar Amanah 2026 yang berlangsung pada Sabtu (20/6/2026) bertempat di Gedung Amanah, Ladong, Kabupaten Aceh Besar. Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB ini sukses menyedot perhatian dan dihadiri oleh ratusan warga dari masyarakat sekitar Aceh Besar dan Banda Aceh.
Gebyar Amanah 2026 menjadi bukti nyata peran Amanah sebagai salah satu stakeholder penting dalam gerakan ekonomi rakyat, pemberdayaan UMKM, dan pengembangan ekonomi kreatif.
Beragam kegiatan dihadirkan dalam acara ini, mulai dari Bazar UMKM, Panen Melon di Green House, Gerakan Pangan Murah, Senam Jantung Sehat, aksi Donor Darah, hingga pelayanan publik langsung seperti perpanjangan SIM dari Satlantas, pelayanan perbankan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI), serta Medical Check-Up gratis dari Dinas Kesehatan.
Dampak positif dari pergelaran akbar ini juga dirasakan langsung oleh ekosistem lokal di sekitar lokasi acara. Berbagai event yang konsisten dibuat oleh Amanah ternyata terbukti efektif dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar secara instan.
Kehadiran ratusan pengunjung di Gedung Amanah Ladong membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kecil, pemilik warung, dan penyedia jasa lokal di sekitar kawasan tersebut yang mengalami lonjakan kunjungan serta peningkatan omzet penjualan secara signifikan sepanjang hari pelaksanaan acara.
Syaifullah Muhammad mengungkapkan bahwa Aceh sangat beruntung karena menjadi satu dari sedikit daerah yang memiliki fasilitas pusat inovasi dan pemberdayaan sekelas Amanah.
"Di Indonesia, hanya ada dua provinsi yang memiliki fasilitas terintegrasi seperti Amanah, yaitu Aceh dan Papua. Oleh karena itu, sudah seharusnya UMKM Aceh memiliki kesempatan berkembang yang jauh lebih baik untuk naik kelas. Fasilitas di sini sangat mumpuni, dan Amanah berkomitmen untuk rutin menggelar even seperti ini agar proses pembinaan, pendampingan, serta peningkatan kapasitas UMKM dapat terus berjalan secara berkelanjutan," ujar Syaifullah.
Gedung Amanah Ladong sendiri saat ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern berskala lengkap pendukung hilirisasi produk. Di antaranya adalah green house, sistem biofloc untuk budidaya ikan air tawar, rumah teknologi, rumah kemasan, studio musik, studio podcast, studio fotografi, perpustakaan, rumah fashion, serta rumah daur ulang sampah.
Selain itu, terdapat pula fasilitas riset dan produksi tingkat lanjut seperti laboratorium, rumah produksi minyak nilam beserta produk turunannya, rumah produksi kopi, kafe, hingga laboratorium edukasi kopi.
Untuk mengoptimalkan seluruh potensi ini, Syaifullah menekankan pentingnya kolaborasi multisektor atau model Pentahelix. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat -- mulai dari kalangan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga media massa -- untuk saling bahu-membahu berkontribusi meningkatkan ekonomi masyarakat daerah.
"Kami mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan untuk bisa saling bersinergi. Mari kita memperkecil perbedaan dan memperbesar persamaan untuk saling membesarkan, serta mengurangi ego sektoral yang selama ini saling melemahkan. Kita harus bersatu agar masyarakat bisa terbantu secara nyata dalam proses peningkatan ekonomi mereka," tegas Ketua Amanah tersebut.
Kegiatan akbar ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh jajaran tokoh penting regional, antara lain Kabinda Aceh, Dandim Aceh Besar, Wakil Rektor I Universitas Syiah Kuala (USK), Kepala Dinas Pangan Aceh, Manajer BSI, Satlantas Aceh Besar, Palang Merah Indonesia (PMI), serta perwakilan dari Dinas Perhubungan, Dinas Koperasi, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Dalam rangkaian acara tersebut, perwakilan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Dinas Pangan Provinsi Aceh juga turut memberikan sambutan yang senada, mengapresiasi langkah progresif Amanah dan menyatakan kesiapan mereka untuk terus mengawal pertumbuhan pelaku usaha lokal di Aceh agar mampu bersaing di kancah nasional maupun global. [*]
