DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) resmi melakukan peluncuran kembali (relaunching) pada Kamis (23/4/2026), dengan menghadirkan rangkaian program terpadu yang berfokus pada pengembangan UMKM dan inovasi teknologi bagi pemuda Aceh.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi komoditas lokal, sejalan dengan visi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi daerah.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, telah meresmikan Gedung AMANAH Youth Creative Hub yang berlokasi di Kawasan Industri Aceh (KIA), Desa Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, pada 15 Oktober 2024. Kehadiran fasilitas ini menjadi fondasi dalam pengembangan ekosistem kreatif dan inovatif bagi generasi muda.
Ketua Yayasan AMANAH, Syaifullah Muhammad, mengatakan bahwa relaunching ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Program-program yang kami jalankan dirancang untuk menjawab kebutuhan pemuda secara komprehensif, mulai dari peningkatan kompetensi hingga akses pasar. AMANAH tidak hanya membina, tetapi juga memfasilitasi agar pemuda mampu menghasilkan produk yang kompetitif dan memiliki nilai tambah tinggi,” ujarnya kepada awak media.
Fokus utama AMANAH saat ini adalah pengembangan UMKM berbasis inovasi. Melalui pendekatan transfer teknologi dan pendampingan usaha, pelaku usaha muda didorong untuk meningkatkan kualitas produk, mulai dari formulasi, standar produksi, hingga pemanfaatan teknologi modern.
Salah satu contoh konkret adalah pengolahan minyak nilam menggunakan teknologi modern sehingga mampu menembus industri kosmetik dan parfum. Upaya ini menjadi bagian dari strategi hilirisasi agar komoditas lokal tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Untuk mendukung hal tersebut, AMANAH menghadirkan berbagai fasilitas terpadu, seperti rumah kemasan untuk meningkatkan kualitas desain produk, studio fotografi untuk pemasaran digital, hingga rumah produksi dan formulasi khusus kosmetik dan parfum. Selain itu, tersedia juga studio kreatif yang mendukung pengembangan konten digital dan musik.
Beragam fasilitas ini dirancang untuk mendukung pelaku UMKM dari hulu hingga hilir, mulai dari proses produksi hingga pemasaran. Produk unggulan yang dikembangkan pun beragam, mulai dari kopi, parfum nilam, hingga sektor energi baru terbarukan seperti solar panel, kincir angin, sepeda listrik (e-bike), dan konversi motor listrik.
Dalam memperkuat ekosistem inovasi, AMANAH juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi di Aceh, termasuk Universitas Syiah Kuala dan UIN Ar-Raniry. Kerja sama ini mencakup penguatan riset, transfer teknologi, serta pelibatan mahasiswa dalam berbagai program pengembangan.
Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa dapat terlibat langsung dalam berbagai aktivitas, seperti pengolahan nilam, pengembangan kopi, pertanian modern, hingga energi terbarukan.
Meski masih dalam tahap awal, AMANAH menargetkan dampak nyata berupa peningkatan pendapatan pemuda serta pertumbuhan UMKM binaan dalam satu hingga dua tahun ke depan.
"Kita optimis mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru yang digerakkan oleh generasi muda Aceh," tutupnya. [nh]