DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pelaku usaha meningkatkan penyerapan ayam hidup (livebird) dari peternak sebagai langkah memperbaiki harga di tingkat produsen sekaligus menjaga keseimbangan pasar perunggasan nasional.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan, Hary Suhada, mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyeimbangkan pasokan dan permintaan di tengah tingginya produksi ayam pedaging. Selain penyerapan livebird, pemerintah juga mengendalikan produksi DOC final stock (FS) broiler agar kondisi pasar lebih stabil.
"Langkah ini bertujuan memperbaiki harga livebird di tingkat peternak serta menjaga keberlanjutan usaha perunggasan nasional," kata Hary dalam keterangan resmi yang diterima pada Jumat (26/6/2026).
Menurut Hary, keberhasilan menjaga stabilitas sektor perunggasan membutuhkan komitmen seluruh pelaku usaha. Karena itu, Kementan mengapresiasi perusahaan yang telah menyerap livebird dari peternak dan melakukan penyesuaian produksi untuk mendukung keseimbangan pasar.
Ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Achmad Dawami, menilai penyerapan livebird harus dilakukan secara bersama-sama agar keseimbangan pasar dapat tercapai. Menurut dia, perusahaan yang mampu menyesuaikan produksi lebih awal akan lebih siap menghadapi dinamika pasar.
Salah satu perusahaan yang telah menjalankan kebijakan tersebut adalah PT Intertama Trikencana Bersinar. Perusahaan itu menyatakan telah melakukan penyerapan livebird sejak 10 Juni 2026, disertai pengurangan produksi DOC broiler dan afkir dini parent stock sebagai bagian dari upaya mendukung stabilisasi harga ayam hidup di tingkat peternak.
Kementan berharap sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dapat menjaga keseimbangan produksi dan kebutuhan pasar sehingga harga ayam hidup membaik, usaha peternak tetap berkelanjutan, serta pasokan pangan asal unggas tetap terjaga. [in]
