Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / IHK Maret 2026 Naik Tipis 0,41 Persen, Inflasi Tahunan Turun

IHK Maret 2026 Naik Tipis 0,41 Persen, Inflasi Tahunan Turun

Jum`at, 03 April 2026 18:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Ilustrasi Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK). [Foto: radio.denpasarkota.go.id]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2026 tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi tercatat sebesar 0,41% secara bulanan (mtm) dan 3,48% secara tahunan (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 4,76% (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan capaian tersebut mencerminkan kuatnya koordinasi kebijakan antara otoritas moneter dan pemerintah.

“Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah, baik pusat maupun daerah,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Ia menambahkan, ke depan inflasi diperkirakan tetap terkendali. “Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027,” kata Ramdan.

Dari sisi komponen, inflasi inti pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,13% (mtm), menurun dari bulan sebelumnya sebesar 0,42% (mtm). Secara tahunan, inflasi inti juga turun menjadi 2,52% (yoy) dari sebelumnya 2,63% (yoy).

“Perkembangan inflasi inti dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas emas global serta ekspektasi inflasi yang tetap terjaga, di tengah peningkatan permintaan selama periode HBKN Idulfitri,” jelasnya.

Sementara itu, kelompok volatile food mencatat inflasi sebesar 1,58% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,50% (mtm). Kenaikan harga dipicu oleh komoditas seperti daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras seiring meningkatnya permintaan saat Idulfitri.

“Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan tetap terkendali didukung oleh sinergi Bank Indonesia bersama TPIP dan TPID serta penguatan program pengendalian inflasi pangan,” ujar Ramdan.

Adapun kelompok administered prices mengalami inflasi sebesar 0,31% (mtm), meningkat dari deflasi pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh penyesuaian harga BBM nonsubsidi dan meningkatnya tarif angkutan antarkota selama periode mudik Lebaran.

“Inflasi administered prices terutama disumbang oleh kenaikan harga bensin dan tarif angkutan antarkota seiring meningkatnya mobilitas masyarakat,” tutupnya. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI