DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pengamat ekonomi Aceh sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Rustam Effendi, menilai hilirisasi migas dari Blok Andaman berpotensi memberikan dampak ekonomi yang sangat besar bagi Aceh.
Selain mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, pengembangan industri hilir juga diyakini akan membuka lapangan kerja dalam jumlah besar dan menggerakkan berbagai sektor usaha.
Menurut Rustam, Pemerintah Aceh harus memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal dengan menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung yang dibutuhkan untuk menunjang pengembangan industri hilir berbasis gas bumi.
“Perspektif ekonominya sangat besar sekali manfaatnya bagi Aceh. Banyak sekali jumlah angkatan kerja yang bakal terserap, seluruh lini ekonomi akan tumbuh dan hidup,” kata Rustam saat diwawancarai Dialeksis, Jumat (31/7/2026).
Ia menegaskan bahwa hilirisasi Blok Andaman merupakan peluang strategis yang tidak boleh disia-siakan. Menurutnya, keberadaan cadangan gas besar di kawasan Andaman harus menjadi fondasi investasi jangka panjang yang mampu mengubah struktur perekonomian Aceh ke arah yang lebih maju.
“Ini menjadi bagian dari investasi jangka panjang bagi Pemerintah Aceh. Ini peluang dan momentum paling bagus, jangan sampai hilang,” ujarnya.
Rustam mengingatkan bahwa kegagalan memanfaatkan momentum hilirisasi migas akan menimbulkan konsekuensi ekonomi yang tidak kecil bagi Aceh. Salah satunya adalah hilangnya peluang penciptaan lapangan kerja yang selama ini sangat dibutuhkan untuk menekan angka pengangguran.
“Kalau ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal, maka akan berdampak pada hilangnya kesempatan kerja,” tegasnya.
Menurut dia, keberhasilan hilirisasi Blok Andaman tidak hanya bergantung pada Pemerintah Aceh, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah pusat. Sinergi seluruh pemangku kepentingan dinilai penting agar manfaat ekonomi dari proyek strategis tersebut dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat Aceh.
Rustam berharap pemerintah pusat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap Aceh dalam pengembangan hilirisasi migas, tidak semata-mata melihat aspek ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat daerah.
“Peluang ini butuh effort dan dukungan dari semua pihak, baik Pemerintah Aceh, seluruh elemen masyarakat, dan juga pemerintah pusat. Pemerintah pusat jangan melihat Aceh secara ekonomi saja, tapi harus lihat dengan mata hati dan nurani,” pungkasnya. [arn]