Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Fenomena Baru! Main Game Kini Bisa Hasilkan Uang, Ini Data Terbarunya

Fenomena Baru! Main Game Kini Bisa Hasilkan Uang, Ini Data Terbarunya

Kamis, 19 Maret 2026 21:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Main Game Kini Bisa Hasilkan Uang, Ini Data Terbarunya. [Foto: Biro DTI/KemenUMKM]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kehadiran ponsel pintar telah mengubah perilaku masyarakat. Tidak hanya sekadar sebagai alat komunikasi, kini ponsel pintar juga banyak digunakan untuk bermain game (gim). Saat ini, bermain gim tidak lagi berfungsi untuk mengisi waktu luang semata, namun sudah menjadi sarana untuk mencari hiburan, bahkan mencari pendapatan.

Salah satu indikasinya bisa dilihat dari jumlah waktu yang dihabiskan untuk bermain gim. Melansir laporan Sensor Tower, sepanjang tahun 2025 masyarakat global menghabiskan waktu 444,63 miliar jam untuk bermain gim.

Jumlah waktu yang dihabiskan untuk bermain gim ini terus mengalami peningkatan dari tahun 2024 yang hanya 440,45 miliar jam. Di 2023 jumlah waktu yang dihabiskan mencapai 414,78 miliar jam, atau naik dari tahun 2022 yang hanya 403,96 miliar jam.

Jumlah uang yang dihabiskan masyarakat global untuk membeli kebutuhan dan aksesoris gim juga terus meningkat. Ini bisa dilihat dari in-app purchase (IAP). Pada tahun 2025 saja, jumlah IAP-nya mencapai US$ 81,75 miliar, angkanya naik dari tahun 2024 yang mencapai US$ 80,69 miliar.

Khusus untuk Indonesia, sepanjang tahun 2025 masyarakat di negara ini menghabiskan waktu sekitar 53,52 miliar jam untuk bermain gim. Durasinya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, di mana pada tahun 2024 mencapai 51,5 miliar jam. Sementara, di 2023 sebanyak 46,4 miliar jam dan di 2023 sebesar 45,3 miliar jam.

Dari sisi IAP, di 2025 angkanya mencapai US$ 436 juta, alias naik 4,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika melihat data di kuartal I 2025, Indonesia menjadi negara terbesar kedua di Asia Tenggara yang masyarakatnya gemar membelanjakan uangnya untuk membeli kebutuhan dan aksesoris gim dengan nilai US$ 118 juta. Posisi pertama ditempati Thailand (US$ 162 juta) dan ketiga diduduki Malaysia (US$ 103 juta).

Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin industri game akan semakin berperan sebagai ladang bisnis yang menjanjikan, bukan sekadar hiburan semata. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI