DIALEKSIS.COM | Jakarta - Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (Amanah) melakukan langkah strategis bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dalam memperkuat ekosistem kreatif di Tanah Rencong. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kemenekraf Lt. 33 Menara Thamrin Nine, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/7/2026) tersebut membahas rencana kolaborasi strategis untuk menjadikan Amanah sebagai pusat kreatif atau Creative Hub Kemenekraf di Provinsi Aceh.
Inisiatif kolaboratif ini dirancang khusus guna mengakselerasi para pelaku ekonomi kreatif lokal, memperluas kesempatan kerja, serta memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam agenda tatap muka tersebut, Ketua Amanah, Syaifullah Muhammad, memaparkan secara menyeluruh mengenai kelembagaan, kesiapan sumber daya manusia, hingga kelengkapan sarana terpadu yang telah dibangun dan dikelola oleh Amanah.
Kompleks Amanah kini dibekali berbagai fasilitas modern yang sangat komprehensif, mulai dari Rumah Kopi, Laboratorium dan Rumah Produksi Nilam, Rumah Fashion, Galeri UMKM, Asrama, Studio Musik, Studio Fotografi, Studio Podcast, Green House Melon, kolam Bioflok, hingga Perpustakaan.
Keberadaan fasilitas unggulan dan SDM terampil ini diproyeksikan menjadi pilar utama dalam mendukung seluruh kegiatan percepatan serta pengembangan talenta muda di Aceh.
Ketua Amanah, Syaifullah Muhammad, dalam presentasinya menyampaikan seluruh fasilitas dan potensi SDM yang kami kembangkan di Amanah disiapkan secara khusus untuk menjadi wadah pembinaan serta akselerasi bagi anak-anak muda dan pelaku ekonomi kreatif di Aceh.
"Melalui kolaborasi resmi bersama Kemenekraf, kami optimistis dapat membuka ruang yang jauh lebih luas bagi karya, inovasi, serta produk-produk unggulan lokal Aceh untuk menembus pasar nasional hingga kancah global." lanjut Syaifullah, yang juga merupakan Ketua ARC Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala.
Menanggapi pemaparan tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyambut hangat rencana kolaborasi ini dan memaparkan serangkaian program unggulan Kemenekraf yang siap disinergikan secara integratif bersama Amanah.
Kemenekraf berkomitmen memperkuat landasan hukum karya kreatif melalui fasilitasi dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual agar setiap produk lokal memiliki nilai komersial yang tinggi. Selain itu, Kemenekraf membuka akses pembiayaan dan permodalan usaha kreatif yang inklusif, disertai program peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan vokasi, upskilling, dan reskilling secara berkelanjutan.
Penguatan ekosistem ekonomi kreatif tersebut juga diperluas melalui percepatan digitalisasi pemasaran dan promosi produk kreatif pada jaringan pasar domestik maupun internasional. Kemenekraf turut mendorong pembinaan dan penetapan Kabupaten atau Kota Kreatif di Aceh berdasarkan potensi lokal spesifik, seperti kriya, kuliner, fesyen, hingga seni pertunjukan, sehingga penciptaan nilai tambah ekonomi dapat dirasakan secara merata di seluruh daerah.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan Aceh memiliki talenta kreatif yang luar biasa melimpah serta potensi komoditas lokal yang sangat unggul.
"Kemenekraf berkomitmen penuh mendukung Amanah menjadi Creative Hub yang efektif dalam memberikan pendampingan, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, serta perluasan akses pembiayaan dan pasar, sehingga para pelaku ekonomi kreatif di Aceh dapat naik kelas dan bersaing secara berkelanjutan." urai Menekraf.
"Melalui program Creative Hub kita berharap lokal heros go national, national champion go global", tutup Riefky.
Pertemuan bernilai strategis bagi masa depan ekonomi kreatif Aceh ini turut dihadiri oleh Plt. Deputi 1 Kemenekraf Agus Syarif Hidayatullah, Staf Ahli Menekraf Riyan, Dewan Pengawas Amanah Sony Arifianto, serta sejumlah jajaran pejabat utama di lingkungan Kementerian Ekonomi Kreatif.
Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (Amanah) adalah wadah dan gerakan pemberdayaan potensi generasi muda Aceh yang berfokus pada pengembangan kreativitas, inovasi, kewirausahaan, serta pengolahan komoditas unggulan lokal melalui dukungan fasilitas modern terpadu dan pembinaan SDM secara berkelanjutan. [*]