Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / BSI Kantongi Sertifikasi Global, Ada Apa di Balik Penguatan Data Nasabah?

BSI Kantongi Sertifikasi Global, Ada Apa di Balik Penguatan Data Nasabah?

Minggu, 01 Maret 2026 17:00 WIB

Font: Ukuran: - +

(kanan-kiri). Penyerahan sertifikasi ISO/IEC 27701:2019 Sistem Manajemen Informasi Privasi (SMIP) diserahkan oleh Regional Director Lembaga Sertifikasi CBQA Global Anwar Siregar kepada Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya dan Direktur Information Technology BSI Muharto Hadi Suprapto.[Foto: Humas BSI]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam tata kelola dan etika digital di tengah percepatan transformasi teknologi. Bank syariah terbesar di Indonesia ini resmi meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 untuk sistem manajemen pelindungan data pribadi nasabah.

Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan menghadirkan layanan keuangan modern yang aman, terpercaya, dan beretika, terutama di era pemanfaatan data serta kecerdasan buatan (AI) yang kian dominan dalam pengambilan keputusan perbankan.

ISO 27701:2019 merupakan standar internasional untuk Privacy Information Management System (PIMS) yang memastikan organisasi mampu mengelola data pribadi secara sistematis, aman, transparan, dan akuntabel sesuai praktik terbaik global. Dengan sertifikasi ini, BSI dinilai telah memenuhi standar pengelolaan data yang komprehensif, mulai dari proses pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, hingga penghapusan data.

Pencapaian tersebut mencerminkan kesiapan BSI dalam menghadapi tantangan transformasi digital yang semakin kompleks. Perseroan memastikan seluruh siklus pengelolaan data berjalan dalam kerangka tata kelola yang kuat, terukur, serta berorientasi pada pelindungan hak nasabah. Pemanfaatan data dan teknologi, termasuk sistem analitik dan pengembangan AI, ditegaskan tetap berada dalam koridor etika, kehati-hatian, dan akuntabilitas.

Bagi BSI, inovasi digital bukan semata upaya meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan, tetapi juga bagian dari membangun kepercayaan jangka panjang. Sertifikasi ini menjadi fondasi penting agar setiap pengembangan sistem berbasis data mampu meminimalkan risiko penyalahgunaan informasi, mencegah potensi bias, serta menjaga integritas keputusan berbasis teknologi.

Direktur Compliance & Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya, menyampaikan bahwa BSI menjadi first mover dalam implementasi ISO 27701:2019 yang efektif berlaku sejak 16 Desember 2025. Implementasi tersebut merupakan bagian dari transformasi menyeluruh yang mencakup penguatan sistem, proses, hingga budaya organisasi.

“Di era pemanfaatan AI dan data analytics, kepercayaan adalah aset yang tidak dapat digantikan. ISO 27701:2019 memastikan bahwa inovasi digital yang kami kembangkan tetap berlandaskan etika, akuntabilitas, dan pelindungan hak nasabah. Bagi BSI, teknologi harus memperkuat amanah dan tanggung jawab, bukan sekadar kecepatan,” ujar Arief.

Lebih dari sekadar pemenuhan kepatuhan regulasi, sertifikasi ini memperkuat tata kelola perusahaan yang berkelanjutan dan berorientasi masa depan. Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi dan etika digital, BSI menempatkan pelindungan data sebagai bagian integral dari reputasi dan kredibilitas perusahaan.

Saat ini, BSI telah melayani lebih dari 23 juta nasabah dari berbagai segmen. Dengan diraihnya sertifikasi ISO 27701:2019, perseroan optimistis dapat memperluas jangkauan layanan serta mendorong pertumbuhan nasabah secara berkelanjutan, seiring penguatan kepercayaan publik terhadap sistem, tata kelola, dan integritas perusahaan.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI