Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / BI Sebut Cadangan Devisa Turun ke US$151,9 Miliar pada Februari 2026

BI Sebut Cadangan Devisa Turun ke US$151,9 Miliar pada Februari 2026

Minggu, 08 Maret 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia
Ilustrasi cadangan devisa Indonesia. [Foto: dok. Komdigi]

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2026 tercatat sebesar US$151,9 miliar. Angka ini menurun dibandingkan posisi pada akhir Januari 2026 yang mencapai US$154,6 miliar.

Bank Indonesia menyampaikan penurunan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Di sisi lain, terdapat pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang sangat memadai.

“Posisi cadangan devisa pada akhir Februari 2026 setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” ujar Denny dalam pernyataan resmi yang diterima pada Minggu (8/3/2026).

Ia menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan cadangan devisa masih mampu menopang ketahanan sektor eksternal Indonesia.

“Cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” jelasnya.

Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia akan tetap terjaga. Hal ini didukung oleh posisi cadangan devisa yang kuat serta potensi aliran masuk modal asing.

Menurut Denny, persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional serta imbal hasil investasi yang menarik menjadi faktor penting yang mendukung masuknya modal asing ke Indonesia.

“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya. [ra]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI