Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Belajar dari Ikan, Menambal Gizi di Kembang Tanjung

Belajar dari Ikan, Menambal Gizi di Kembang Tanjung

Selasa, 05 Mei 2026 09:15 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Pidie - Di sebuah gampong pesisir yang kaya ikan namun lama akrab dengan persoalan gizi, sekelompok akademisi datang membawa resep sederhana: mengolah yang tersedia menjadi lebih bernilai. Tim pengabdian Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar program Community Development International Inbound di Gampong Jurong Mesjid, Kecamatan Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie, pada 2 - 3 Mei 2026. Tema yang diusung lugas: pemanfaatan olahan ikan untuk makanan bergizi.

Program ini dipimpin Ir. Fahrizal, dosen Departemen Teknologi Hasil Pertanian. Ia tidak datang sendiri. Bersamanya, tim lintas disiplin: Junaidi M. Affan dari bidang perikanan, Fakrurrazi dari manajemen, dan Yanti Meldasari Lubis dari teknologi hasil pertanian. Lima mahasiswa turut serta bukan sekadar mencatat, tetapi mendampingi warga.

Pilihan Kembang Tanjung bukan tanpa alasan. Daerah ini melimpah hasil tangkapan, namun belum sepenuhnya diolah menjadi produk pangan bernilai tambah. “Potensinya besar, tapi belum dioptimalkan. Kami ingin menawarkan cara yang sederhana dan bisa langsung diterapkan,” kata Fahrizal.

Selama dua hari, warga terutama kelompok Andalan Tani belajar mengolah ikan kambing-kambing (leubim) menjadi surimi, lalu mengembangkannya menjadi bakso ikan. Prosesnya tidak rumit, tetapi membutuhkan ketelitian: dari menjaga kebersihan hingga memastikan kualitas produk. Di sinilah mahasiswa berperan, membantu memastikan standar higienitas tetap terjaga.

Namun kegiatan ini tak berhenti pada dapur. Tim juga menyentuh aspek yang kerap terabaikan: manajemen usaha. Fakrurrazi mengingatkan bahwa produk yang baik tak cukup jika tidak dikelola secara profesional. “Kelompok harus mampu melihat ini sebagai peluang ekonomi,” ujarnya.

Program ini menjadi bagian awal dari rangkaian pengabdian yang akan berlangsung hingga Juli 2026. Pada pertengahan Mei, tim merencanakan kolaborasi lanjutan dengan University Sultan Zainal Abidin, Malaysia. Ada ambisi yang lebih besar dari sekadar pelatihan dua hari.

USK menautkan program ini dengan agenda global: dari pengentasan kemiskinan hingga ketahanan pangan. Dalam bahasa yang lebih sederhana, upaya ini mencoba menjawab persoalan lama dengan pendekatan baru memanfaatkan yang dekat, memperkuat yang ada.

Di Kembang Tanjung, pelajaran itu dimulai dari ikan. Bukan sekadar lauk, melainkan jalan kecil menuju gizi yang lebih baik dan, mungkin, ekonomi yang lebih tahan.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI