Rabu, 24 Juni 2026
Beranda / Berita / Dunia / Uni Eropa Undang Taliban ke Brussels, Bahas Deportasi Migran Afghanistan

Uni Eropa Undang Taliban ke Brussels, Bahas Deportasi Migran Afghanistan

Selasa, 23 Juni 2026 15:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Menteri Luar Negeri Taliban Afghanistan, Amir Khan Muttaqi, berbicara kepada media dalam konferensi pers di New Delhi, India [Foto: dok Elke Scholiers/Getty Images]


DIALEKSIS.COM | Brussels - Belgia menerbitkan lima visa khusus bagi delegasi Taliban untuk menghadiri pertemuan Uni Eropa (UE) di Brussels, Selasa (23/6/2026). Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas migrasi ilegal dari Afghanistan serta pemulangan warga Afghanistan yang permohonan suakanya ditolak di negara-negara anggota UE.

Langkah ini menjadi pertemuan pertama yang difasilitasi Uni Eropa dengan Taliban sejak kelompok tersebut kembali berkuasa di Afghanistan pada Agustus 2021. Pemerintah Belgia menyatakan visa diberikan setelah melalui penilaian keamanan dan hanya berlaku selama satu hari di wilayah Belgia.

Komisi Eropa menegaskan undangan tersebut tidak berarti pengakuan resmi terhadap pemerintahan Taliban. Pembahasan difokuskan pada mekanisme pemulangan dan penerimaan kembali warga Afghanistan yang tidak lagi memiliki hak tinggal di kawasan Uni Eropa.

Juru bicara Komisi Eropa, Markus Lammert, mengatakan sejumlah negara anggota ingin mencari solusi untuk memulangkan individu yang terlibat kejahatan serius atau dianggap mengancam keamanan. Namun, proses deportasi selama ini terkendala minimnya hubungan diplomatik dengan Kabul.

Rencana dialog tersebut menuai kritik dari organisasi hak asasi manusia. Human Rights Watch dan Amnesty International meminta Uni Eropa mengutamakan perlindungan hak asasi manusia dibanding mempercepat deportasi ke Afghanistan yang masih menghadapi krisis kemanusiaan.

Sejak Taliban kembali berkuasa, kelompok itu memberlakukan berbagai pembatasan terhadap perempuan dan kebebasan sipil. Sementara itu, menurut data Uni Eropa, sekitar satu juta warga Afghanistan mengajukan permohonan suaka di negara-negara anggota sepanjang 2013-2024.

Meski tingkat penerimaan suaka bagi warga Afghanistan tergolong tinggi, sejumlah negara Eropa kini mendorong kebijakan migrasi yang lebih ketat di tengah meningkatnya tekanan politik domestik dan menguatnya kelompok sayap kanan di berbagai negara. [Aljazeera, AFP, Reuters]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes