Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Starmer Tegaskan NATO Penting bagi AS, Tanggapi Ancaman Trump

Starmer Tegaskan NATO Penting bagi AS, Tanggapi Ancaman Trump

Minggu, 12 April 2026 09:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Foto:  Alastair Grant/Getty Images


DIALEKSIS.COM | Internasional - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa kepentingan terbaik Amerika Serikat (AS) adalah tetap berada dalam aliansi NATO, di tengah munculnya wacana penarikan diri Washington.

Pernyataan itu disampaikan Starmer usai kunjungan ke sejumlah negara Teluk, termasuk Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. Ia menanggapi sikap Presiden AS Donald Trump yang mempertimbangkan keluar dari NATO serta mengkritik negara-negara anggota yang dinilai kurang mendukung serangan terhadap Iran.

Starmer mengaku sejalan dengan dorongan Trump agar negara-negara Eropa meningkatkan anggaran pertahanan. Namun, ia menegaskan bahwa keberadaan NATO tetap krusial, tidak hanya bagi Eropa, tetapi juga bagi Amerika Serikat.

“Kita adalah pendukung kuat NATO. Ini adalah aliansi militer paling efektif yang pernah ada di dunia,” ujar Starmer, Jumat (10/4/2026), dikutip dari The Guardian.

Ia menambahkan bahwa negara-negara Eropa memang perlu berbuat lebih dalam memperkuat pertahanan kolektif. Menurutnya, hal tersebut sudah lama ia dorong kepada para mitra di kawasan.

“Keberadaan NATO merupakan kepentingan AS dan Eropa. Selama beberapa dekade, aliansi ini telah membuat kita jauh lebih aman,” tegasnya.

Starmer juga mengakui perlunya peran Eropa yang lebih besar dalam NATO. Ia menyebut koordinasi strategis antarnegara anggota terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan global.

Sementara itu, sikap Trump belakangan dinilai tidak stabil, terutama setelah konflik dengan Iran tidak menghasilkan perubahan rezim di Teheran maupun capaian strategis signifikan. Trump bahkan melontarkan kritik kepada sejumlah pemimpin dunia, termasuk Starmer.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengingatkan publik agar tidak hanya terpaku pada pernyataan atau unggahan media sosial Trump, melainkan melihat langkah nyata yang dilakukan Inggris di lapangan.

Meski tidak terlibat langsung dalam serangan terhadap Iran, Inggris disebut berperan aktif dalam menjaga keamanan kawasan Teluk. Sistem pertahanan dan pesawat Inggris dilaporkan berhasil mencegat sejumlah drone dan rudal Iran.

Selain itu, pangkalan militer Inggris juga dimanfaatkan oleh AS untuk menjalankan misi defensif.

“Jika kita fokus pada tindakan, bukan sekadar kata-kata, maka dasar kerja sama ini tetap kuat,” ujar Healey.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI