DIALEKSIS.COM | Banda Aceh “ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Aceh pada Sabtu, 11 April 2026. Secara umum, kondisi cuaca di provinsi ini diperkirakan didominasi awan, dengan potensi hujan ringan di sejumlah daerah.
BMKG mencatat suhu udara di Aceh berada pada kisaran 16 hingga 32 derajat Celsius. Wilayah yang berpotensi mengalami hujan ringan meliputi Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Bener Meriah, Pidie Jaya, dan Kota Subulussalam. Sementara itu, sejumlah daerah lain seperti Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Simeulue, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Tamiang, serta Kota Banda Aceh, Sabang, dan Lhokseumawe diprakirakan berawan.
Khusus Kota Langsa, BMKG memprakirakan kondisi udara kabur.
Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, S.Si., M.Sc., mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
“Pengendara kendaraan bermotor juga perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat perlu mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, serta sambaran petir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan yang rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir.
Menurut Andi, kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan berbagai aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti olahraga dan wisata.
“BMKG mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui berbagai kanal informasi BMKG, seperti laman bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem.