Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Sirene Serangan Kembali Menggema di Tel Aviv, Dua Orang Tewas

Sirene Serangan Kembali Menggema di Tel Aviv, Dua Orang Tewas

Rabu, 11 Maret 2026 23:50 WIB

Font: Ukuran: - +

K


Kondisi terkini Israel akibat serangan Iran. Foto: net


DIALEKSIS.COM | Internasional - Situasi keamanan di Tel Aviv, Israel, dilaporkan semakin menegang setelah serangan rudal kembali mengguncang wilayah tersebut. Di tengah ketatnya sensor militer Israel terhadap pemberitaan media, jurnalis BBC Kasra Naji melaporkan sirene peringatan bahaya beberapa kali terdengar pada Selasa (10/3/2026).


Kasra Naji menyebutkan, rudal yang mengarah ke Israel tidak hanya berasal dari Iran, tetapi juga diduga diluncurkan oleh kelompok Hizbullah dari wilayah Lebanon. Jarak yang relatif dekat antara Lebanon dan Israel membuat waktu peringatan dari sirene menjadi sangat singkat bagi warga untuk mencari perlindungan.


Dalam laporan tersebut, dua orang dilaporkan tewas akibat serangan rudal. Keduanya merupakan pekerja konstruksi yang sedang bekerja di sebuah gedung ketika serangan terjadi. Selain itu, dalam 24 jam terakhir sedikitnya 76 orang dilaporkan mengalami luka-luka.


“Terlihat situasi menjadi sulit bagi warga di sini,” kata Kasra dalam laporannya.


Kondisi kota Tel Aviv juga dilaporkan berubah drastis. Banyak toko dan kantor bisnis memilih tutup, sementara aktivitas di jalanan tampak menurun. Meski demikian, sejumlah kendaraan masih terlihat melintas di beberapa ruas jalan.


Situasi ini juga berdampak pada sektor pendidikan. Menurut Kasra, rencana pembukaan sekolah pada pekan depan kemungkinan besar akan ditunda karena kondisi keamanan yang belum stabil.


Di sisi lain, Iran dilaporkan mulai mengubah taktik serangannya terhadap Israel dan Amerika Serikat. Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Majid Mousavi, menyatakan bahwa pihaknya akan mulai menggunakan rudal dengan hulu ledak lebih besar setelah menilai sistem pertahanan udara lawan mulai melemah.


“Mulai sekarang tidak ada rudal dengan hulu ledak kurang dari satu ton yang akan diluncurkan. Durasi peluncuran dan tingkat gelombang serangan akan bertambah serta jangkauannya diperluas,” ujar Mousavi melalui unggahannya di platform X.


Sebelumnya, pada Senin, IRGC merilis video peluncuran sejumlah rudal menuju Israel dan aset Amerika Serikat di kawasan. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari Operasi Janji Setia 4.


Dalam keterangan resminya, IRGC menyebut gelombang serangan ke-31 dilancarkan menggunakan rudal sangat berat yang ditujukan ke target Amerika dan Israel. Operasi tersebut juga didedikasikan untuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, dengan sandi operasi “Labbaik Ya Khamenei”.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI