Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / Selat Hormuz Dibuka Selama Gencatan Senjata Lebanon, Harga Minyak Turun

Selat Hormuz Dibuka Selama Gencatan Senjata Lebanon, Harga Minyak Turun

Jum`at, 17 April 2026 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Foto: AP/Anmar Khalil


DIALEKSIS.COM | Teheran - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa jalur pelayaran melalui Selat Hormuz dibuka sepenuhnya bagi kapal-kapal komersial selama periode gencatan senjata yang berlaku di Lebanon.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi melalui akun media sosial X, menyusul kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata, pada rute terkoordinasi seperti yang telah diumumkan Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran,” tulis Araghchi.

Pengumuman ini berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak mentah Brent dilaporkan turun hingga di bawah USD90 per barel, level terendah sejak awal Maret.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menanggapi langkah tersebut. Melalui platform Truth Social, ia menyampaikan apresiasi kepada Iran.

“Iran baru saja mengumumkan bahwa selatnya sepenuhnya terbuka dan siap untuk dilalui. Terima kasih!” tulis Trump.

Sebelumnya, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat sempat meningkat. Pada 11 April, kedua negara menggelar beberapa putaran pembicaraan di Islamabad. Namun, pejabat dari Teheran dan Washington menyatakan belum tercapai kesepakatan terkait penyelesaian jangka panjang karena masih adanya perbedaan pandangan.

Menurut laporan Associated Press, putaran negosiasi lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 16 April.

Konflik memanas setelah pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Sebagai respons, Teheran menutup Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang terkait dengan AS, Israel, dan negara-negara pendukungnya.

Pada 7 April, Washington dan Teheran sepakat memberlakukan gencatan senjata selama dua pekan. Meski demikian, dampak konflik sebelumnya cukup besar. Organisasi Layanan Medis Darurat Iran mencatat sebanyak 3.375 warga Iran tewas selama 40 hari serangan yang dilakukan AS dan Israel.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI