Rabu, 26 Agustus 2026
Beranda / Berita / Dunia / Rusia Pamer Laser Ransel, Ranjau Bisa Dilumpuhkan dari 100 Meter

Rusia Pamer Laser Ransel, Ranjau Bisa Dilumpuhkan dari 100 Meter

Rabu, 26 Agustus 2026 09:30 WIB

Font: Ukuran: - +

 Sistem laser portabel milik militer Rusia. Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Moskow - Militer Rusia memperkenalkan sistem laser portabel yang diklaim mampu menonaktifkan ranjau dan amunisi yang belum meledak dari jarak hingga 100 meter. Perangkat bertenaga baterai ransel itu dirancang untuk mengurangi risiko yang dihadapi personel penjinak bom di medan berbahaya.

Sistem tersebut ditampilkan dalam program Military Acceptance di stasiun televisi militer Zvezda pada Minggu (23/8/2026). Berdasarkan laporan Zvezda yang dikutip RT, perangkat itu merupakan versi ringkas dari sistem laser berdaya lebih besar yang dipasang pada kendaraan darat nirawak beroda rantai Kurier.

Versi portabel dibekali laser berkekuatan 1 kilowatt. Dalam demonstrasi yang ditayangkan, pancaran laser mampu menembus selubung plastik dalam hitungan detik selama operator mempertahankan bidikan pada titik yang sama.

Meski dapat dibawa personel, pengujian memperlihatkan hasil yang lebih stabil ketika perangkat ditempatkan di atas tripod. Stabilitas bidikan menjadi faktor penting karena laser harus memusatkan panas pada bagian tertentu dari objek hingga material terbakar.

Rusia juga memamerkan varian berdaya 2 kilowatt yang dipasang pada platform Kurier. Proyektor laser ditempatkan pada tiang yang dapat dinaik-turunkan sehingga perangkat dapat dioperasikan dari balik perlindungan. Pengembang mengklaim varian ini mampu menjangkau sasaran hingga 500 meter.

Teknologi tersebut bekerja dengan membakar selubung amunisi dan memicu pembakaran bahan peledak di dalamnya tanpa menghasilkan ledakan besar. Dengan cara itu, operator diharapkan dapat menangani ranjau, jebakan, serta sisa amunisi dari jarak aman.

Kantor berita Rusia TASS, dalam laporan 21 Agustus 2026, menyebut perangkat pada platform robotik dapat menghasilkan suhu hingga 1.000 derajat Celsius. Sistem itu juga diklaim tetap dapat bekerja dalam kondisi berkabut dan tertutup asap. Namun, rincian kinerja tersebut berasal dari pengembang dan media pemerintah Rusia serta belum diverifikasi secara independen.

Menurut laporan yang sama, versi portabel dan modul yang dipasang pada kendaraan nirawak telah memasuki produksi serial. Belum dijelaskan berapa unit yang telah dibuat maupun lokasi penempatannya.

Pengembangan ini melanjutkan eksperimen Rusia dalam penggunaan laser untuk penjinakan bahan peledak. Pada Agustus 2025, perusahaan LazerBuzz juga memperkenalkan sistem Posokh yang diklaim dapat menangani objek statis dari jarak 30 hingga 700 meter. Perangkat itu disebut dapat dibawa oleh dua personel dan dipersiapkan dalam waktu kurang dari 10 menit.

Dalam perang Rusia - Ukraina, kendaraan darat nirawak semakin banyak digunakan untuk tugas berisiko tinggi, mulai dari membawa logistik, mengevakuasi korban, menjalankan misi tempur, hingga membantu pekerjaan teknik militer. Integrasi laser pada platform Kurier menunjukkan teknologi tersebut kini diarahkan untuk memperluas operasi penjinakan ranjau tanpa menempatkan personel terlalu dekat dengan sumber bahaya. [red]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
pema - damai
dishub