Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Berita / Dunia / PM Slovakia Ultimatum Ukraina, Ancam Putus Listrik jika Aliran Minyak Rusia Tak Dilanjutkan

PM Slovakia Ultimatum Ukraina, Ancam Putus Listrik jika Aliran Minyak Rusia Tak Dilanjutkan

Minggu, 22 Februari 2026 23:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Perdana Menteri Slovakia Robert Fico, yang fotonya diambil bulan ini, menginginkan pasokan minyak Rusia dilanjutkan [Foto: Alex Brandon/Pool via Reuters]


DIALEKSIS.COM | Slovakia - Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico, memberi tenggat dua hari kepada Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, untuk melanjutkan pengiriman minyak Rusia melalui pipa Druzhba yang melintasi wilayah Ukraina. Jika tuntutan itu tidak dipenuhi hingga Senin (23/2/2026), Fico mengancam akan menghentikan pasokan listrik darurat ke Ukraina melalui perusahaan listrik milik negara SEPS.

Pipa Druzhba, jalur peninggalan era Soviet, ditutup setelah serangan pesawat nirawak yang menurut Kyiv merusak infrastruktur pada akhir Januari. Slovakia dan Hongaria, yang masih bergantung pada minyak Rusia sejak invasi Moskow hampir empat tahun lalu, mendesak agar aliran tersebut segera dipulihkan.

Fico menuding Zelenskyy bertindak “dengan niat jahat” terhadap Slovakia, merujuk pada berakhirnya perjanjian transit gas Rusia pada 1 Januari 2025 yang disebutnya menyebabkan kerugian sekitar 500 juta euro per tahun bagi negaranya. Ia juga membenarkan keputusan Bratislava untuk tidak terlibat dalam paket pinjaman militer Uni Eropa senilai 90 miliar euro bagi Ukraina.

Slovakia merupakan salah satu pemasok utama listrik bagi Ukraina, menyumbang sekitar 18 persen dari total impor listrik negara itu bulan lalu di tengah kerusakan jaringan akibat serangan Rusia.

Ketegangan juga berdampak pada paket pinjaman Uni Eropa. Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orbán, mengancam akan memveto pinjaman tersebut jika Ukraina terus memblokir aliran minyak melalui Druzhba.

Menanggapi ultimatum tersebut, Kementerian Luar Negeri Ukraina mengecam langkah Slovakia dan Hongaria sebagai bentuk “pemerasan”. Kyiv menyatakan perbaikan pipa masih berlangsung dan menawarkan alternatif pasokan minyak non-Rusia bagi kedua negara. [Aljazeera, AP, Reuters]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI