Beranda / Berita / Dunia / Perdamaian Menjauh dari Muslim Thailand Di Selatan

Perdamaian Menjauh dari Muslim Thailand Di Selatan

Senin, 29 Oktober 2018 08:43 WIB

Font: Ukuran: - +


DIALEKSIS.COM | Thailand - Kini Pemerintah Thailand berada di bawah tekanan untuk menyelesaikan konflik etnis yang menahun di bagian selatan negara itu.

Provinsi paling selatan di negara itu berpenduduk 80 persen Muslim yang berbahasa Melayu.

Tanah itu dulunya adalah kesultanan Muslim tetapi dianeksasi oleh Bangkok lebih dari satu abad yang lalu.

Selalu ada kampanye untuk kemerdekaan dari Thailand yang mayoritas beragama Budha, dan meningkat selama 16 tahun terakhir.

Sejak 2004, diperkirakan sekitar 6.500 orang tewas oleh kekerasan bersenjata di empat provinsi - Yala, Pattani, Narathiwat, dan Songkhla - menurut kelompok pemantauan, Deep South Watch.

Sejak kudeta militer 2014 oleh militer Thailand, rezim berjanji akan memulihkan hukum dan ketertiban. Tapi itu utamanya terfokus pada Bangkok dan instansi pemerintah.

Tentara telah mengadakan pembicaraan informal tentang otonomi daerah dengan kelompok-kelompok separatis. Namun, dialog itu belum menghasilkan terobosan besar untuk perdamaian.

Bahkan, kelompok separatis utama, yakni BRM justru memboikot pembicaraan. Al Jazeera


Keyword:


Editor :
Jaka Rasyid

riset-JSI
Komentar Anda